Pendidikan PWI Lampung-Darmajaya Sepakat Tangkal Hoax

PWI Lampung-Darmajaya Sepakat Tangkal Hoax

Penandatangan MoU dilakukan antara Rektor IIB Darmajaya Ir. Firmansyah Y Alfian, M.B.A., M.Sc. dan Plt. Ketua PWI Lampung Nizwar di Aula Alfian Husin, Kamis (14/3). Foto Darmajaya/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjalin kerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung terkait Pengayaan dalam Bidang Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada masyarakat.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan Rektor IIB Darmajaya Ir. Firmansyah Y Alfian, M.B.A., M.Sc. dan Plt. Ketua PWI Lampung Nizwar saat Diklat Kehumasan Tenaga Kependidikan SD dan SMP sederajat se-Kota Bandarlampung, di Aula Alfian Husin, Kamis (14/3).

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Rektor IV IIB Darmajaya Prof. Zulkarnain Lubis, M.S., Ph.D., sekaligus sebagai pemateri. Kemudian, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung Nurmansyah.

Rektor IIB Darmajaya, Ir. Firmansyah Y. Alfian., MBA., M.Sc., mengatakan di era keterbukaan ini banyak sekali informasi yang disampaikan ke masyarakat. “Namun, hal tersebut banyak dimanfaatkan untuk mennebarkan berita hoax. Jika disampaikan terus-menerus,  terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) maka akan menjadi sebuah kebenaran,” kata dia.

Sementara, Plt. Ketua PWI Lampung Nizwar mengatakan dalam era keterbukaan informasi saat ini, berita apapun lebih cepat tersampaikan kepada masyarakat. “Informasi-informasi mengalir lebih cepat hingga semua kalangan, terutama kepada anak-anak peserta didik. Sayangnya, ada yang memanfaatkan informasi yang disampaikan. Dan, pers sebagai corong menyampaikan informasi publik sering disalahkan,” kata dia.

Mantan Pemimpin Redaksi Radar Lampung ini menerangkan terdapat 27 profesi organisasi wartawan Indonesia. “PWI selaku organisasi tertua di Republik ini selalu menjadi sasaran oleh informasi publik yang tidak benar atau hoax. Anggota PWI sekarang terdapat 15 ribu yang telah berkompeten sudah 9700 telah tersertifikasi kompeten oleh lembaga profesi PWI dan Dewan Pers,” ujarnya.

Dia berharap, tenaga pendidik dapat mengetahui tugas wartawan dan membedakan dengan yang mengaku wartawan. “Jadi yang membuat buruk citra wartawan karena ada yang nanya-nanya tapi nggak ada surat kabarnya atau wartawan tanpa surat kabar,” tandasnya. (rls/apr/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini