Lampung Raya Seleksi Terbuka Sekdakab, Tokoh Adat Tanggamus Minta Bersih dari KKN

Seleksi Terbuka Sekdakab, Tokoh Adat Tanggamus Minta Bersih dari KKN

Perwakilan Tokoh Adat Sai Batin dan Pepadun beserta sepuluh ormas dari Kabupaten Tanggamus datang ke Graha Pena Radar Lampung, Kamis (14/3) malam. Foto Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebanyak 26 masyarakat adat Kabupaten Tanggamus medatangani Graha Pena Radar Lampung, Kamis (14/3) malam. Merea terdiri dari perwakilan Tokoh Adat Sai Batin dan Pepadun serta sepuluh ormas di kabupaten setempat. 

Kedatangan rombongan yang tergabung dalam Forum Rakyat Tanggamus Bersatu dan Forum Aliansi Kabupaten Tanggamus ke kantor Radar Lampung ini terkait proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus yang kini tengah berjalan. 

Juru bicara rombongan, Syafei yang juga Tokoh Adat Pepadun setempat, mengatakan bahwa masyarakat Tanggamus menginginkan agar pejabat Sekda Tanggamus yang terpilih nanti, selain putra daerah juga bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sebaliknya, kata Syafei, Forum Rakyat Tanggamus Bersatu sendiri menilai dari tahapan seleksi yang sedang berjalan kini sudah ada yang tidak beres. Seperti, dari sembilan peserta yang mendaftar seleksi lelang terbuka jabatan Sekda tersebut, ada salah satu peserta yang diduga tersangkut masalah hukum. 

”Untuk itu, kami meminta agar panitia seleksi mencoretnya. Jika tidak, apalagi sampai yang bersangkutan nanti lolos menjadi Sekda, kami masyarakat Tanggamus tidak akan tinggal diam. Kami siap memperjuangkan hak-hak rakyat Kabupaten Tanggamus,” ujar Syafei yang diamini Tokoh Adat Sai Batin, Efendi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum Aliansi Kabupaten Tanggamus Herwan Rozali menambahkan, aliansinya pun sudah melaporkan kasus terkait  permasalahan hukum salah satu peserta seleksi terbuka jabatan Sekda yang kini tengah menduduki jabatan strategis di kabupaten tersebut ke Kejari Tanggamus dan Polda Lampung.  

“Tuntutan kami kepada bapak Kapolda agar memanggil, memproses, dan menetapkan Saudara HL sebagai tersangka  karena diduga telah melakukan tindakan korupsi,” tegasnya.

Sebelumnya, lanjut Herwan, dari Forum Rakyat Tanggamus Bersatu dan Forum Aliansi Tanggamus juga sudah beberapa kali berupaya menyamaikan aspirasi terkait adanya salah satu calon peserta seleksi yang bermasalah dengan hukum kepada panitia seleksi. ”Berkali-kali kami datang, sekretariatnya ada tapi kosong. Panitia tidak pernah ada,” tandasnya.

Diketahui, sembilan pejabat mendaftar seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Sekda Kabupaten Tanggamus. Penyerahan berkas pendaftaran tersebut ditutup pukul 16.00 WIB, Selasa (12/3).

Sekretaris BKPSDM Tanggamus Aan Derajat mengatakan, dari sembilan pejabat, satu orang berasal dari luar Tanggamus. ”Sampai penutupan pendaftaran, ada sembilan pejabat yang mendaftar. Pendaftaran dibuka sejak Senin (25/2),” kata Aan mewakili Kepala BKPSDM Tanggamus Nur Indrati, Selasa (12/3). Namun Aan tidak merinci nama-nama pejabat yang mendaftar tersebut. (gie/rim/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini