Bisnis Batu Bara Mesuji Masih Membara

Ilustrasi

radalampung.co.id – Kementerian Perindustrian memastikan permintaan komoditas batu bara oleh industri dalam 2–3 tahun mendatang sangat tinggi. Setidaknya hal itu terlihat dari besarnya kebutuhan batu bara dua industri petrokimia baru di Muara Enim (Sumatera Selatan) dan Mesuji (Lampung).

Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, sektor pertambangan batu bara masih prospektif karena permintaan dari dalam negeri cukup tinggi. ’’Apalagi, saat ini dibangun beberapa industri petrokimia yang memerlukan bahan bakar batu bara,’’ ujarnya Jum’at (6/5).

Karena itu, Saleh berharap para pekerja tambang tetap optimistis meski harga komoditas batu bara saat ini terpuruk. Dalam 2–3 tahun mendatang, direncanakan ada pembangunan industri gasifikasi batu bara serta turunannya di Muara Enim dan Mesuji. ’’Itu memerlukan pasokan batu bara yang sangat besar dan kontinu,’’ ucapnya.

Rencana pembangunan industri petrokimia tersebut bisa menjadi pasar yang potensial bagi pengusaha. Proyek di Muara Enim diperkirakan membutuhkan 4,2 juta ton batu bara per tahun dari cadangan batu bara setempat 438.000 juta ton. ’’Itu menyerap 1.196 tenaga kerja,’’ katanya.

Sementara itu, pembangunan industri serupa di Mesuji, Lampung, diperkirakan melahap 10 juta ton batu bara per tahun dari cadangan batu bara setempat sebesar 820 juta ton. Serapan tenaga kerja langsung diprediksi 1.513 orang dan 20–30 ribu tenaga kerja tidak langsung.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY