Sabun Cuci Manfaatkan Biji Pare

Wildan Ari Rachman di laboratorium. Dia mengembangkan sabun ramah lingkungan. Foto Edi Susilo/Jawa Pos

Produk ramah lingkungan diciptakan Wildan Ari Rachman, Purnomo, dan Muslikhah. Tiga mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) tersebut berhasil membuat sabun cuci dari biji pare.

”Mayoritas olahan penganan berbahan dasar pare hanya menggunakan dagingnya, sedangkan biji pare tak dimanfaatkan. Peluang inilah yang kami lirik untuk membuat biji pare bermanfaat,” beber Wildan.

Dari penelitian, diketahui ada tiga kandungan utama dalam biji pare. Yakni, polisakarida, antioksidan, dan saponin. Di antara tiga kandungan tersebut, mereka akhirnya sepakat menggunakan saponin. Senyawa yang bisa menimbulkan busa jika dicampur air. ”Manfaat saponin itu lantas kami sepakati untuk dijadikan sabun cuci yang ramah lingkungan,” tutur mahasiswa semester VIII itu.

Pemilihan sabun cuci dari biji pare tersebut bukan tanpa alasan. Sabun cuci yang digunakan di pasaran selama ini mengandung banyak senyawa kimia. Senyawa tersebut sering tidak bisa diurai secara langsung. Misalnya, klorida dan sulfur yang hampir seluruhnya terdapat pada sabun di pasaran saat ini.

Wildan mengatakan, pembuatan sabun cuci biji pare cukup mudah. Setelah dikumpulkan, biji pare dijemur hingga kering. Kemudian, biji pare ditumbuk halus dan dicampur dengan air.

Untuk hasil maksimal, kata Wildan, ada takaran yang cukup efektif. Yakni, 300 gram biji pare tumbuk dicampur dengan 500 ml air. Setelah itu, sabun bisa digunakan untuk mencuci. ”Hasilnya tak kalah keset dengan sabun cuci pasaran,” ujar pemuda 22 tahun itu.

Ke depan, timnya terus mengembangkan sabun tersebut. Salah satunya dengan menambah pengharum agar disukai masyarakat. ”Kami akan menggunakan ekstrak dari bunga melati agar lebih fresh,” terangnya. (elo/c7/nda/sep/JPG)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY