Jaringan Beda, Bandar Sama

Ilustrasi

radarlampung.co.id – Meski berbeda jaringan, delapan tersangka penyalahgunaan narkoba diduga mendapatkan sabu dari bandar besar yang sama. Saat ini, anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung masih memburu pemasok barang haram itu.

Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Abrar Tuntalanai mengatakan, para tersangka mengaku tidak tahu identitas pengantar sabu. ’’Mereka tidak tahu identitas pemberi barang. Tersangka membeli sabu melalui transfer rekening bank dan barangnya diterima di suatu tempat,” kata Abrar kemarin (15/3).

Dilanjutkan, indikasi sabu dipasok dari bandar yang sama bisa terlihat dari modus pengiriman. ”Makanya ini terputus. Prediksi saya, bandar besarnya sama. Tapi jaringannya beda. Tersangka dari tiap daerah tidak saling mengenal. Misalnya tersangka di Tulangbawang Barat (TbB), tidak mengenal tersangka di Lampung Selatan,” sebut dia.

Sebelumnya, delapan tersangka dari empat kabupaten itu diamankan dalam penyisiran yang dilakukan anggota Ditresnarkoba selama dua hari sejak Minggu (12/3).

Para tersangka adalah Hasanudin alias Hasan Tato (39) dan istrinya Pateriawati (37), warga Desa Pagardewa, Tulangbawang Barat. Kemudian Yedi alias Rajaw Mak Arif (40) dan istrinya Parida (40) serta menantu mereka Aperi (22), warga Menggala, Tulangbawang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY