Mapolsek Tegineneng Diserang, Polisi Amankan Lima Orang

DIAMANKAN: Polisi saat mengamankan seorang tersangka yang diduga melakukan penyerangan terhadap Mapolsek Tegineneng. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Suasana Mapolsek Tegineneng, Pesawaran, sempat mencekam kemarin (17/3). Penyebabnya, sekitar pukul 08.00 WIB, polsek yang berada di jalan lintas Sumatera (jalinsum) itu diserang ratusan warga.

Akibatnya, seluruh kaca bagian depan Mapolsek Tegineneng pecah dan dipenuhi tumpukan batu. Aksi warga itu terjadi selang beberapa saat usai ditemukannya mayat seorang pria di Bendungan Argoguruh, Desa Bumiagung, Kecamatan Tegineneng. Belakangan diketahui, mayat tersebut bernama Eddi bin Mutadin.

Pantauan Radar Lampung di Polsek Tegineneng kemarin, terlihat Brimob, Sabhara, Satpol PP, dan TNI berjaga di sekitar polsek. Sekitar pukul 10.40 WIB, Kapolda Lampung Irjen Sudjarno datang. Tak lama berselang, Wakapolda Brigjen Bonifasius Tampoi menyusul.

Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, pihak kepolisian mengamankan lima orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan. Sampai sekitar pukul 14.00, polisi dan TNI masih berjaga di sekitar polsek.

Menurut Sudjarno, penyerangan Mapolsek Tegineneng dilakukan lebih dari seratus massa diduga dendam jaringan narkoba karena dilakukan pemberantasan narkoba.

’’Pada Rabu (15/3), petugas Polsek Tegineneng yang sedang patroli menyanggongi minibus BE 2312 NA yang berada di area Bendungan Argoguruh di Desa Bumiagung. Diduga yang ada di kendaraan sedang pesta narkoba,” ujarnya di Mapolsek Tegineneng kemarin.

Saat dihampiri, salah seorang dari dalam minibus tersebut mengeluarkan tembakan dan berusaha melarikan diri. ’’Ada dua orang yang kabur. Satu ditangkap atas nama Melli Miswanto. Satu orang lagi nekat menyeburkan diri ke Way Sekampung Bendungan Argoguruh,” terangnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY