Fenomena Bisnis Surat Rehabilitasi Narkoba

Bayar Rp3 Juta, Bebas Narkoba

Ilustrasi

radarlampung.co.id – Berbagai cara dilakukan para pecandu narkotika agar lepas dari jerat hukum. Salah satunya mengantongi surat rehabilitasi narkoba. Faktanya, surat tersebut mudah didapatkan. Berikut penelusuran Radar Lampung.

Laporan Yuda P.–R. Panchanov, BANDARLAMPUNG

KASUS penyalahgunaan narkoba yang menyeret Sekretaris Kabupaten Tanggamus nonaktif Mukhlis Basri serta dua rekannya, Okta Rika dan M. Doni Lesmana, terus bergulir di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang.

Mukhlis didakwa sebagai pengguna karena mengantongi surat rehabilitasi narkotika. Penyidik pun ’’berbaik hati’’ melampirkan surat ini di muka persidangan.

Surat yang tidak dimiliki terdakwa lain dalam kasus serupa yang notabene masyarakat biasa. Apalagi sampai penyidik repot-repot melampirkannya ke persidangan. Diskriminasi ini pun jadi sorotan majelis hakim Akhmad Lakoni.

’’Selama ini, jika masyarakat biasa, penyidik tidak pernah menyertakan surat rekomendasi rehabilitasi. Padahal sama-sama pengguna. Sampaikan kepada penyidik, hakim kecewa atas diskriminasi ini,’’ tegas Lakoni kala itu.

Berangkat dari informasi ini, tim Radar Lampung menelusuri proses sesungguhnya mendapatkan surat rehabilitasi narkoba.

Kali pertama, tim menyambangi keberadaan sebuah panti rehabilitasi narkoba yang ada di Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, Senin (6/3) pukul 14.07 WIB.

Radar Lampung bertemu seorang wanita berhijab. Seolah-olah hendak melakukan rehabilitasi. Ia pun dengan ramah menerima kedatangan wartawan koran ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY