Polisi asal Main Tangkap Wartawan Trans Lampung, Ini Sikap PWI

Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian

Radarlampung.co.id – Aksi main tangkap jurnalis Trans Lampung (grup radarlampung.co.id), Yudi Indrawan saat meliput sweeping Polda Lampung di perkampungan warga yang diduga merusak Mapolsek Tegineneng, Pesawaran, Jumat (17/3) berbuntut panjang.

Polisi  merampas kartu identitas wartawan dan handphone milik Yudi. Jurnalis itu kemudian dibawa ke Mapolsek Tegineneng dan diperlakukan sama dengan terduga perusakan lainnya.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menilai telah terjadi pelanggaran Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Terutama pada pasal 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, dan 18. Intinya setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas jurnalistik dapat dipidana dengan penjara dua tahun atau denda Rp500 juta.

PWI Lampung karena itu menyampaikan dua pernyataan sikap. Pertama, meminta Kapolda Lampung memberikan klarifikasi terhadap peristiwa tersebut. ”Dan kedua menindaklanjuti proses hukum laporan Yudi Indrawan di Propam Polda Lampung,” singkat Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian, kemarin (20/3). (rls/ade)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY