Manda Cingi, Gelandang Sriwijaya FC asal Lampung

Berbekal Rp200 Ribu untuk Mengejar Impian

Julian Mancini dan Manda Cingi. Foto: Heflan/Radar Lampung

radarlampung.co.id – Laga uji coba antara Lampung Sakti kontra Sriwijaya FC, Minggu lalu (2/4) di Stadion Sumpah Pemuda, Wayhalim, Bandarlampung, terasa spesial bagi Manda Cingi. Ya, dia bermain di kampung halaman sendiri. Sebelum berseragam Laskar Wong Kito –julukan Sriwijaya FC, Manda memperkuat PSBL dan Lampung FC.

Ditemui usai laga, Manda menuturkan perjalanan karirnya di lapangan hijau hingga akhirnya membela salah satu tim papan atas tanah air itu. ’’Pada tahun 2013, saya berangkat ke  Palembang. Saya ingin mengikuti seleksi Sriwijaya FC U-21.  Setelah Sriwijaya FC U-21 menjuarai ISL U-21, saya mendengar mereka menggelar seleksi sebagai persiapan menghadapi kompetisi musim berikutnya,” kenang Manda.

Manda mengisahkan sang ibu Farida menentang keinginannya itu. ’’Ibu saya khawatir karena saya tidak memiliki saudara di Palembang. Namun, tekad saya sudah bulat. Saya ingin mengejar impian menjadi pesepak bola profesional,” sambungnya. Berbeda dengan sang ayah Majid. ’’Ayah saya  malah mendukung keinginan saya. Mungkin karena ayah saya adalah mantan pesepak bola. Waktu itu, ayah saya ngasih uang Rp200 ribu untuk bekal saya selama tinggal di Palembang,” ungkapnya.

Sampai di Stasiun Kertapati, sambung Manda, dirinya sempat bingung hendak tinggal di mana. Untung dia ingat memiliki teman asal Padang, Sumatera Barat, yang lebih dulu bergabung dengan Sriwijaya U-21, Ichsan Aldi. ’’Saya lalu diajak menginap di Wisma Atlet Jakabaring,” tuturnya.

Saat menjalani seleksi, Manda menunjukkan kemampuan terbaiknya.  ’’Alhamdulillah, saya diterima oleh manajer (Bambang) dan pelatih (Andi Susanto) Sriwijaya FC U-21 saat itu. Saya mengucapkan banyak terima kasih karena mereka yang menarik saya bergabung dengan tim hebat,” ucapnya. Setahun kemudian, Manda mendapat promosi ke tim senior.

’’Ketika di tim senior yang dilatih coach Beny Dollo, saya jarang mendapat kesempatan bermain. Karena itu saya bergabung dengan tim sepak bola Sumsel (Sumatera Selatan) pada PON (Pekan Olahraga Nasional) 2016 di Jawa Barat. Tim sepak bola Sumsel melaju hingga semifinal,” papar pemain yang menempati posisi gelandang itu.

Nah saat kursi pelatih diduduki Widodo Cahyono Putro, Manda dipercaya mengisi tim inti Sriwijaya FC. ’’Saya berterima kasih kepada coach Widodo Cahyono Putro yang memberikan kepercayaan kepada saya menjadi pemain inti. Sesuatu yang sebelumnya seperti mimpi untuk saya dan keluarga,” terang Manda.

Manda bukan satu-satunya pesepakbola di keluarganya.  Sang adik Julian Mancini  juga mengikuti jejak Manda. Saat ini, Julian memperkuat Lampung Sakti, kontestan Liga 2.

Majid berharap kedua anaknya bisa menjadi pesepakbola kebanggaan klub dan Indonesia.   “Seperti sebuah mimpi, saya menyaksikan kedua anak saya berhadapan dalam laga uji coba Minggu lalu. Saya berharap keduanya  bisa menjadi kebanggaan klub dan Indonesia,” ujar mantan pemain Perspan Panjang itu. Sementara Farida bangga karena kedua anaknya berhasil mewujudkan impiannya.  “Saya selaku orang tua selalu mendukung langkah Manda dan Mancini. Harapan saya suatu saat keduanya bermain untuk timnas Indonesia,” katanya. (cw24/c1/ewi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY