Dihajar 0-10 saat Menjalani Debutnya di Timnas

Lebih Dekat dengan Wing Back Lampung Sakti, Sigit Meiko Susanto

KOMPAK: Sigit (berdiri tiga dari kanan) bersama rekan setimnya di Lampung Sakti sebelum melakoni laga. FOTO HEFLAN/RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Sigit Meiko Susanto buru-buru menelan makanan dalam mulutnya. Ayam goreng yang tinggal dia suap, diletakkannya kembali ke piring. Matanya menatap ke pintu. ’’Ayo masuk aja,” katanya sambil berdiri begitu melihat kedatangan Radar Lampung ke mes Lampung Sakti di Wisma Atlet Pahoman, Bandarlampung, kemarin.

Laporan Heflan Rekanza, BANDARLAMPUNG 

Tanpa banyak basa-basi, pemuda kelahiran Malang, 23 Mei 1990, ini lantas menawari Radar untuk ikut bergabung di meja makan bersama 22 penggawa Lampung Sakti lainnya.

Sambil melanjutkan makan, dia mulai menceritakan kisah hidupnya, hingga akhirnya bergabung dengan Lampung Sakti.

Sigit mengaku memang sudah tergila-gila pada sepak bola sejak kecil. Rupanya hobi inilah yang kemudian membawanya bergabung dengan Persibo Bojonegoro junior. Saat itu klub ini sedang berpartisipasi pada divisi utama Liga Indonesia.

Disinilah kemampuannya mengolah bola bundar diasah. Hingga akhirnya dia ditawari untuk bergabung dengan Persibo Bojonegoro senior pada 2010. Ketika itu usianya baru menginjak 20 tahun. Usia yang cukup matang untuk memulai karir sepakbola profesional.

Hebatnya lagi, di musim pertamanya bergabung, Persibo langsung berhasil menjuarai divisi utama dan berhak mendapat promosi ke Indonesia Super League (ISL).

Tidak lama berselang, terjadi perpecahan di tubuh PSSI. Sigit harus menentukan sikap, apakah tetap setia bermain bersama Persibo yang kala itu memutuskan hengkang dari ISL ke Liga Primer Indonesia (IPL) atau hengkang ke klub lain untuk tetap bertahan di ISL.

Rupanya Sigit, memilih opsi pertama. Kedekatannya dengan Persibo membuatnya nekat menantang arus. Bergabung dengan IPL membuat peluang Sigit membela Timnas tertutup. Pasalnya, ada larangan PSSI terhadap para pemain IPL untuk memperkuat timnas.

Larangan itu tak mempengaruhi mental Sigit. Terbukti, dia mampu menunjukkan konsistensinya dan membawa Persibo finish di peringkat 8 IPL.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY