Pusat Bakal Pangkas DAU

Ilustrasi

radarlampung.co.id – Tahun anggaran 2017 baru saja masuk kuartal kedua. Namun, Presiden Joko Widodo sudah meminta kabinetnya untuk mengetatkan anggaran.

Bahkan, mantan gubernur DKI Jakarta itu berencana memangkas dana alokasi umum (DAU) untuk masing-masing daerah di negara ini. Termasuk Lampung di antaranya.

Adanya rencana pemangkasan DAU itu dibenarkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arsan Latif. Dia mengatakan, pemangkasan anggaran pemerintah daerah terjadi setiap tahunnya. Hal itu guna mengoptimalisasi anggaran untuk program kerja yang lebih prioritas.

”Termasuk pemangkasan DAU, itu rutin setiap tahunnya. Adapun persentase pemangkasan masih dirapatkan. Targetnya bulan ini ditetapkan dan terealisasi,” ujarnya kepada Radar Lampung melalui sambungan telepon kemarin (9/4).

Dia melanjutkan, pemangkasan tersebut memang merupakan intruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menghemat anggaran di tahun ini. Sehingga dalam menetapkan pemangkasan APBN dan mempengaruhi pada pemangkasan anggaran lainnya, perlu rapat intern di pemerintah pusat.

Senada disampaikan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dodi Riyatmadji. Dia mengatakan, wacana pemangkasan DAU dan DAK benar adanya. Tetapi, saat ini masih menjadi pembahasan pemerintah. Sehingga belum dapat terungkap berapa persentase pemangkasan terhadap anggaran tersebut.

”Baru akan dirapatkan. Bila sudah ditentukan baru bisa kami informasikan,” singkatnya.

Sementara, adanya rencana pemangkasan DAU ini membuat resah pemerintah daerah (pemda) se-Lampung. Sebab, dana transfer tersebut sangat berpengaruh dalam pelaksanaan pembangunan di daerah.

Diketahui, pada 2016 Pemprov Lampung merupakan salah satu daerah yang DAU-nya ditunda. Tidak tanggung-tanggung, besarannya mencapai Rp240 miliar.  Beberapa kebijakan ditempuh kala itu, di antaranya mengurangi biaya perjalanan dinas, dan menunda pembayaran untuk pelaksanaan proyek.

Sementara itu, meski Kepala Badan Keuangan Daerah Lampung Minhairin mengaku belum menerima pemberitahuan secara resmi dari pemerintah pusat, dia menyatakan pemprov bakal kembali merasionalisasi program yang ada.

”Kalau dipangkas, ya kita susun ulang. Efisiensi dan rasionalisasi dilakukan,” ujarnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY