Ridho Gelontorkan Rp10,3 M Untuk Nelayan Lamtim

BERSAMA NELAYAN: Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dan Bupati Lamtim Chusnunia bersama para nelayan di Labuhanmaringgai kemarin. FOTO IST FOR RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Kabar baik untuk para nelayan di Lampung Timur (Lamtim). Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo siap menggelontorkan dana untuk mereka.

Hal ini dikemukakan gubernur termuda se-Indonesia itu kala menjawab pertanyaan warga pada Festival Tasyakuran Laut (Nadran) 2017 di Desa Muaragadingmas, Kecamatan Labuhanmaringgai, Lamtim, kemarin.

Hadir dalam acara itu Kapolda Lampung Irjen Sudjarno, Bupati Lamtim Chusnunia Chalim, Wakil Bupati Zaeful Bukhari, dan sejumlah anggota DPRD Lampung.

Warga Desa Muaragadingmas menyampaikan kebutuhan dan harapan kepada Gubernur Ridho untuk pendalaman air sungai. Selain itu juga meminta perbaikan infrastruktur jalan menuju pangkalan pendaratan ikan (PPI).

’’Kami masyarakat Muaragadingmas berharap pendalaman air sungai. Selama ini keluar-masuk perahu terhambat karena adanya pendangkalan alur sungai. Kami merindukan perbaikan jalan menuju PPI dan berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung,” ujar Haryanto, nelayan Muaragadingmas.

Menanggapi hal ini, Ridho menyatakan bakal menganggarkan dana Rp10,3 miliar. Dana itu siap diberikan ke warga. Perinciannya, dana pengerukan Rp7 miliar, perbaikan break water (pemecah gelombang) Rp3 miliar, dan pengerasan area bongkar Rp335 juta.

Terlebih, menurut Ridho, Labuhanmaringgai adalah satu-satunya wilayah yang ditunjuk Kementerian Perikanan dan Kelautan sebagai inisiator pengelola rajungan nasional. ’’Untuk itu, saya berharap semua dapat mendukung dan menyukseskan program nasional tersebut,” kata Ridho dalam siaran pers yang disampaikan Biro Humas dan Protokol Setprov Lampung.

Pada kesempatan itu, kader Partai Demokrat ini juga menyampaikan berbagai usaha pemprov untuk mendukung sentra perikanan di Lampung. Ridho juga berharap warga dan nelayan menjaga serta melestarikan sumber daya alam. Juga menjadikan Labuhanmaringgai sebagai sentra produksi perikanan nasional.

’’Pemerintah Provinsi Lampung meminta agar masa transisi dan peralihan alat tangkap menjadi dua tahun. Untuk itu, saya berharap Pemkab Lamtim dapat memabantu para nelayan dalam masa peralihan alat tangkap ikan dan pendampingan kepada nelayan yang bermasalah dengan hukum,” kata Ridho.

Sementara, Bupati Lamtim Chusnunia Chalim mengatakan, angka kemiskinan di Labuhanmaringgai ditekan semaksimal mungkin. ’’Saat ini data yang diperoleh dari BPS, Labuhanmaringgai merupakan daerah kantong kemiskinan. Kami menargetkan dengan berbagai program yang dilakukan gubernur dapat membantu kami masyarakat Lamtim, khususnya Labuhanmaringgai, sejahtera sehingga angka kemiskinan dapat ditekan semaksimal mungkin,” kata Nunik, sapaan akrabnya. (rls/c1/wdi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY