Ratusan Ponsel Dimusnahkan

Ilustrasi

KOTABUMI – Dalam rangka Hari Kesadaran Nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara, memusnahkan barang terlarang yang diamankan dari para narapidana kemarin.

Barang terlarang itu di antaranya ponsel (telepon seluler). Pasalnya, penghuni lapas dilarang keras terlibat dan menggunakan ponsel, pungutan liar, dan narkoba‎.

’’Sebagaimana disampaikan Kalapas, bahawa kita telah memberikan imbauan terlebih dulu dan memberikan peringatan. Lalu mengambil tindakan tegas. Untuk pemusnahan, lebih dari 100 ponsel telah dimusnahkan,” beber Kepala Subsi Binkemaswat Lapas Kelas II A Kotabumi A Hasrin mendampingi Kalapas Damari.

Kalapas Kelas IIA Kotabumi Damari menyebutkan, sebelum dilakukan tindakan tegas pihaknya terlebih dulu memberikan peringatan kepada seluruh narapidana untuk tidak menggunakan barang-barang terlarang. Ini sesuai peraturan yang ada di Lapas.

“Setelah diberikan peringatan dan diminta untuk mengembalikan barang terlarang seperti handphone ke keluarga, tapi setelah dilakukan pemeriksaan masih saja didapati maka kita ambil tindakan tegas untuk mengamankannya,” terang Damari.

Dia berharap, dengan adanya tindakan tegas itu para napi dan tahanan bisa lebih mengerti bahwa mereka sedang berada di dalam binaan. Bukan sebagai warga yang bebas melakukan aktivitas. Karena mereka masih menjalani hukuman.

Dia menambahkan, ‎sesuai ketentuan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bahwa peraturan-peraturan tentang Lapas dan isinya telah dan harus ditaati oleh seluruh pegawai dan penghuni Lapas.

“Karena itu, kami telah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan kenyamanan dan ketentraman terhadap penghuni Lapas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala kemarin memusnahkan barang bukti narkoba dari perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap terhitung sejak Desember 2016 hingga saat ini.

Kajari Menggala Ansari mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil barang rampasan atau eks barang bukti yang telah melalui petusan hakim.

“Ini barang bukti dari 59 perkara sejak akhir tahun lalu atau bulan Desember 2016 hingga Mei 2017 ini,” ungkapnya.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu-sabu seberat 60,398 gram, ganja seberat 17,209 gram, dan pil ekstasi sebanyak 5 butir atau 1,63 gram. Kemudian 35 alat hisap sabu atau bong dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Barang bukti ganja dan bong dimusnahkan dengan cara dibakar hingga menjadi abu. Sabu-sabu dan pil ekstasi dimusnahkan dengan cara dimasukkan kedalam air yang sudah dicampur dengan larutan pembersih lantai,” terangnya. (ozy/nal/c1/wan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY