Spirit Bangkit Berbuah Manis

RAIH EMAS: Adelia Putri Ramadhani (tengah) memegang medali emas yang dia raih pada turnamen terbuka Silent Knight 2017 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, 13-14 Mei lalu. FOTO IST FOR RADAR LAMPUNG

Radarlampung.co.id – Gagal mempersembahkan medali emas buat Lampung pada kejuaraan nasional Piala Mendagri XIX tahun 2017 di GOR Saburai, Bandarlampung, tidak membuat Adelia Putri Ramadhani larut dalam kesedihan. Dia cepat bangkit. Adel –sapaan akrab Adelia Putri Ramadhani– makin giat berlatih.

Spirit yang ditunjukkannya itu membuahkan kisah manis. Adel berhasil mengukir prestasi tertinggi pada turnamen terbuka Silent Knight 2017 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, 13-14 Mei lalu. Dia merebut emas nomor kumite kelas 48 kg putri kategori junior.

Dalam kejurnas itu, Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Lampung yang menurunkan enam karateka mengantongi dua emas, satu perak, dan empat perunggu. Satu emas lainnya  dipersembahkan Risna Fitriyanti dari  nomor kumite kelas 68 kg putri kategori junior. Kemudian satu perak berasal dari Dhea Shafita yang bertarung di nomor kumite kelas 59 kg putri  kategori junior.

Sementara empat perunggu masing-masing didonasikan Amelia Shalis Shafa (nomor kumite kelas 59 kg putri  kategori junior), Faisal Novaldi (nomor kumite kelas 52 kg putra kategori kadet),  Erdi Arista Desti (nokor kumite kelas 54 kg putri kategori kadet), dan Wintama Dimas Fiqih (nomor kumite kelas 35 kg putra kategori pra pemula).

”Pada Piala Mendagri XIX, saya meraih perak.  Selepas Piala Mendagri XIX,  saya berlatih keras agar bisa memetik hasil maksimal di ajang lain. Dan saya bersyukur pada turnamen terbuka Silent Knight 2017 berhasil meraih emas,” tutur Adel, kemarin.

Sebelumnya, Adel  tampil pada kejuaraan karate se-Asia Tenggara bertajuk South East Asia Karate Federation (SEAKF) Championship 2017 di Semarang, Jawa Tengah, 4-5 Mei. Turun di nomor kumite kelas 48 kg  putri kategori junior, dia menyabet medali perunggu. Pada SEAKF Championship itu, Adel membela kontingen Indonesia yang akhirnya keluar sebagai juara umum dengan raihan 23 emas, 20 perak, dan 33 perunggu.

Adel mengaku prestasi di SEAKF Championship 2017 berkat dorongan dan dukungan Forki Lampung, tempat dia menimba ilmu dan berlatih selama ini. ”Saya selalu berusaha meraih hasil terbaik di setiap ajang yang saya ikuti,” tutur karateka yang baru berusia14 tahun itu.

Terpisah, Ketua Umum Forki Lampung Hannibal mengapresiasi karatekanya yang menorehkan prestasi membanggakan di ajang nasional maupun Asia Tenggara. ”Adelia masih muda, saya rasa akan banyak prestasi yang bisa diraihnya,” ucap Hannibal yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lampung. (cw24/c1/ewi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY