Kasus BSM, Mantan Kepsek Divonis 7 Tahun

SEMPAT MENANGIS: Mantan Kepala SMPN 24 Bandarlampung Helendrasari menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis dalam kasus korupsi dana bantuan siswa miskin (BSM) di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang kemarin. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

BANDARLAMPUNG – Hukuman yang harus dijalani mantan Kepala SMPN 24 Bandarlampung Helendrasari bakal bertambah. Kemarin (18/5), majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang memvonis terdakwa kasus korupsi dana bantuan siswa miskin (BSM) ini dengan pidana penjara selama tujuh tahun.

Majelis hakim yang dipimpin Novian Saputra juga mengharuskan Helendrasari membayar kerugian negara sebesar Rp900 juta.

’’Jika tidak mengembalikan dalam waktu satu bulan, maka diganti dengan pidana penjara selama empat tahun,” kata hakim. Helendrasari juga harus membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Helendrasari terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20/2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-3 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. Ini sesuai dakwaan primair.

Hakim menyatakan, hal yang memberatkan adalah, terdakwa tidak mau mengembalikan kerugian negara, tidak kooperatif selama persidangan serta memberikan keterangan berbelit. Seluruh pembelaan yang diajukan pengacaranya tidak satupun menjadi pertimbangan hakim dalam memberikan keputusan tersebut.

Terkait putusan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Patar Daniel menyatakan pikir-pikir. Pihaknya menunggu langkah selanjutnya dari terdakwa. ”Saat ini kami ambil langkah pikir-pikir. Tapi kalau mereka (terdakwa, Red) ajukan banding, kami juga banding,” kata Patar usai sidang.

Menurut dia, putusan hakim sebenarnya sudah sesuai dengan tuntutan. Dalam sidang sebelumnya, pihaknya menuntut Helendrasari menjalani hukuman tujuh tahun enam bulan penjara.  ”Berdasarkan pertimbangan hakim, semua dakwaan jaksa terbukti. Jadi kami akan menunggu saja dari mereka (terdakwa, Red),”  urainya.

Sebelumnya, Helendrasari dan mantan bendahara SMPN 24 Bandarlampung Ayu Septaria diajukan ke persidangan dalam kasus korupsi dana BOS. Hakim kemudian memvonis

Helendrasari dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan, dikurangi masa tahanan kota yang sudah dijalani.

Ia juga diharuskan membayar denda Rp50 juta subsidair tiga bulan kurungan. Kemudian membayar uang pengganti Rp748 juta, dikurangi uang yang telah dititipkan kepada jaksa sebesar Rp70 juta, subsidair satu tahun enam bulan kurungan.

Sementara Ayu Septaria divonis satu tahun enam bulan dengan denda Rp50 juta subsidair satu bulan kurungan. Ia tidak diharuskan membayar uang penggati sebesar Rp110  juta. Sebab  sebelumnya Ayu telah menitipkan uang kepada jaksa sebesar Rp110 juta.

Dalam tingkat banding, majelis hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang menguatkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Keduanya juga tetap menjadi tahanan kota. (cw22/c1/ais)

1 COMMENT

  1. Good job pak hakim,untuk aparat penegak hukum tolong dibantu untuk menindak kepala desa yang memainkan uang dana desa

LEAVE A REPLY