Mahasiswa Tolak Cagub Boneka

Ilustrasi

Radarlampung.co.id – Sumber pendanaan bakal calon gubernur (cagub) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 terus mendapat sorotan. Kali ini, desakan agar cagub transparan terkait pendanaan pencalonan di pilgub disampaikan kalangan mahasiswa.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) Herwin Saputra mengatakan, mahasiswa menantang para cagub untuk berani transparan menyampaikan sumber pendanaannya dalam pilgub. Mahasiswa menolak cagub boneka yang maju diperalat pihak pemberi modal untuk kepentingan tertentu.

’’Kami tegas menolak adanya cagub boneka. Untuk itu, kami akan buat gerakan beranikah para cagub transparan terkait sumber pendanaannya. Kami akan menantang para cagub untuk berani transparan membuka sumber pendanaan pilgubnya,” ungkap dia kemarin.

Bentuk gerakan tersebut, sambung Herwin, pihaknya akan menggelar dialog dan meminta para cagub menyepakati nota kesepahaman soal transparansi dana pencalonan. ’’Mereka harus transparan terkait dana pencalonan agar tidak ada ikatan-ikatan politik dengan pihak lain saat memimpin,” tegasnya.

Dikatakan mahasiswa FKIP Unila angkatan 2013 ini, untuk menghindari bakal munculnya cagub boneka, semua akan terlihat dari track record cagub. ’’Kita lihat dari track record-nya. Selama dia menjabat atau selama ini bagaimana. Nah, mahasiswa juga sudah siapkan hasil-hasil yang diamati selama ini. Nanti kami buka,” ujarnya.

BEM Unila juga menyoroti sejumlah nama kandidat cagub yang akan maju. Yakni sejumlah cagub yang berasal dari petahana kepala daerah.

’’Kami melihat calon-calonnya ada yang menjabat petahana kepala daerah. Seperti Pak Ridho adalah petahana gubernur. Lalu Pak Mustafa adalah bupati Lampung Tengah. Kemudian Pak Herman H.N. adalah wali kota Bandarlampung. Nah, kami menyerukan agar cagub dari kepala daerah ini fair dan tak menggunakan cara-cara yang tidak baik. Misalnya menyalahgunakan kekuasaan,” tandasnya.

Pada bagian lain, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga menyerukan kandidat cagub transparan soal pendanaan pencalonan. Ketua HMI cabang Bandarlampung Yefri Febrian mengatakan, HMI siap mengawal proses demokrasi di Pilgub 2018. Harapannya agar proses pilgub berjalan demokratis serta terpilih pemimpin yang merupakan representasi dari rakyat dan pemuda yang mampu membangun Lampung ke depan.

’’HMI siap mengawal proses demokrasi pilgub berjalan baik. HMI siap untuk turun mengawal ini,” pungkasnya. (gus/p2/c1/whk)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY