2018, Bye-Bye Impor

Mentan dan Menneg BUMN Kunker di Provinsi Lampung
145
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Ist)

radarlampung.co.id – Harapan pemerintah Republik Indonesia untuk lepas dari ketergantungan impor segera terwujud. Pada 2018, Indonesia akan menggaungkan sebagai negara swasembada pangan komoditas beras, cabai, jagung dan bawang.

Kabar baik ini disampaikan langsung Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Timur, Jumat (10/11). ’’Awal 2018, Indonesia menjadi negara swasembada pangan akhirnya terwujud. Indonesia akan menggaungkan sebagai negara swasembada pangan komoditas beras, cabai, jagung, dan bawang,” katanya saat menyaksikan panen raya padi di Desa Mandalasari, Kecamatan Matarambaru,  Lampung Timur.  Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran juga menyalurkan bantuan peralatan dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di Lamtim.

Menurut Mentan, sebelumnya setiap tahun Indonesia mengimpor pangan seperti beras, jagung, cabai, dan bawang. Namun dengan terwujudnya swasembada, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor bahan pangan dari luar negeri.

Dilanjutkan, swasembada pangan tersebut dapat tercapai berkat kerja sama banyak pihak. Antara lain TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas penyuluh lapangan, dan terutama para petani di seluruh Indonesia. ’’Berkat dukungan semua pihak, alhamdulillah, mulai saat ini Indonesia tidak lagi mengimpor beras, cabai, jagung, dan bawang,” tegas Andi Amran didampingi Bupati Lamtim Chusnunia dan jajaran forkopimda.

Andi Amran menambahkan, berkat capaian swasembada pangan, saat ini Indonesia menjadi incaran negara luar untuk belajar pertanian di Indonesia. “Saya baru pulang dari Thailand dan Malaysia, mereka bertanya apa yang dilakukan pemerintah Indonesia hingga mampu swasembada pangan. Sekarang mereka ingin belajar kepada Indonesia,” terang Andi Amran dalam acara yang juga dihadiri Sekertaris Provinsi Lampung Sutono dan Danrem 043/Garuda Hitam  Kolonel Inf. Hadi Basuki tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamtim Chusnunia menyatakan, luas lahan pertanian di Bumei Tuwah Bepadan mencapai 213,384 hektare.  Dengan potensi tersebut pada tahun 2017 ini, Kabupaten Lamtim ditargetkan dapat menyumbang produksi padi sebesar 590.951 ton dari total target produksi padi Provinsi Lampung sebesar 4.401.188 ton (13,43 persen).

Menurut Chusnunia,  tahun ini Kabupaten Lamtim memperoleh bantuan berupa hand tractor sebanyak 31 unit, pompa air (33 unit), alat tanam padi/rice transplanter (6 unit), traktor roda empat (15 unit), alat panen padi/combine harvester (5 unit), alat panen jagung/combine (5 unit) dan handsprayer (11 unit). Pengelolaannya akan dilaksanakan oleh Brigade Alat Mesin Pertanian Kabupaten Lamtim serta UPJA/Kelompok tani Penerima.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here