|
BANDARLAMPUNG - Perum Damri meminta toleransi untuk tetap beroperasi hingga awal Maret mendatang. Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Bandarlampung tidak serta-merta menerima usulan yang diajukan. Jawaban atas tawaran itu
akan dibahas lebih dahulu pada Senin (6/2) lusa.Kepala Dishub Bandarlampung Normansyah menegaskan, usulan itu telah disampaikan ke wali kota, dan selanjutnya ditindaklanjuti dengan mengajak konsorsium BRT (bus rapid transit) Trans Bandarlampung untuk membahas ulang tawaran-tawaran kerja sama.
’’Manajemen PT Trans Bandarlampung awalnya sudah menolak kerja sama kembali. Sebab, mereka kecewa dengan sikap Perum Damri yang mengulur-ulur waktu penandatanganan nota kesepakatan,” ujar Normansyah.
Dishub sendiri tetap berharap manajeman Trans Bandarlampung masih bisa menerima tawaran KSO (kerja sama operasional) untuk mengakomodasi 160-an karyawan Damri.
’’KSO memang solusi. Karena dengan kerja sama ini, Perum Damri masih bisa memaksimalkan kendaraan operasionalnya, termasuk mempekerjakan karyawannya. Dengan catatan, kendaraan yang disediakan merupakan kendaraan yang memiliki spesifikasi BRT,” kata dia.
Terpisah, Direktur Operasi PT Trans Bandarlampung Yeni Tri Waluyo menjelaskan, apa pun kondisi yang ada, BRT tetap berjalan dengan konsep yang ada. Bahkan mulai kemarin, manajemen telah memberlakukan perbedaan tarif antara pendek dan terusan. Jarak pendek Rp2.500 dari semua jurusan yang berakhir di Tanjungkarang, yaitu di Pasar Tengah, baik dari Korpri, Rajabasa, maupun Sukaraja.
’’Hal ini kami lakukan mengingat banyaknya masukan dan keinginan masyarakat serta para penumpang. Sementara tiket terusan tetap Rp3.500 untuk ke semua tujuan yang sudah dilayani oleh BRT. Kami memberlakukan sistem tiket transit apabila ada penumpang yang naik dari satu tempat dengan tujuan yang akan dicapai bus tersebut tidak melewati tempat itu,” papar Yeni.
Dengan kondisi ini, sambung dia, penumpang dapat pindah ke bus dari jurusan lain yang akan melalui tempat tersebut tanpa harus membayar lagi. Penumpang cukup memberi tahu petugas ticketing yang ada di bus tersebut dan selanjutnya diberi keterangan di tiket itu bahwa akan transit ke tujuan lain.
’’Tempat-tempat transit yang ada yaitu di halte PTP, Ramayana, Begadang II, BCA Bumi Waras, dan Koramil Gunungsari. Sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa, sesuai permintaan wali kota, hanya kami kenakan Rp2.500 baik jarak dekat maupun jarak jauh,” papar Yeni.
Menyangkut harapan dari manajemen Damri, pihaknya belum dapat memutuskan langkah apa yang akan dilakukan. ’’Penawaran atas dua opsi sudah kami sampaikan, tetapi sampai saat ini Perum Damri belum melaksanakannya. Yang pasti, semua kita serahkan pada hasil keputusan rapat,” pungkas Yeni. (ful/c1/adi)



KANTOR PUSAT: GRAHA PENA LAMPUNG, Jl. Sultan Agung No. 18 Kedaton, Bandarlampung - 35115 - Indonesia | Telp. (0721) 789750 - 782306, Fax. (0721) 789752 - 773930