|
Menuju SSB, Berharap Regenerasi MembaikSepak bola di kalangan anak dan remaja sangat populer. Ini terbukti kebanyakan suporter sepak bola di tanah air adalah remaja dan anak-anak. Bagaimana bibit-bibit pesepak bola di Bandarlampung?
Laporan Dina Puspasari, BANDARLAMPUNG
Langit mendung sore tidak menyurutkan anak-anak bermain sepak bola di Lapangan Sawahbrebes, Tanjungkarang Timur. Sekitar 60 anak itu tidak sekadar bermain. Mereka juga berlatih.
Mereka tergabung dalam tim Brepu, singkatan dari Brebes Putra. Akhir-akhir ini, mereka berlatih keras menuju Sekolah Sepak Bola (SSB) Kampung Sawah City Football Club (Kampus City FC).
Latihan yang dilakukan tiga kali sepekan dibuat dua kelompok. Yang pertama anak-anak usia SD, dan kelompok lainnya remaja. Sesi latihan juga dibedakan, mengingat kondisi fisik yang berbeda.
Untuk anak-anak, sesi latihan dilakukan 2 x 30 menit pertandingan. Sedangkan bagi remaja diberikan waktu 2 x 35 menit. Lapangan juga dibagi. Untuk anak-anak menggunakan lapangan berukuran kecil.
’’Mereka bukan hanya dari kampung ini, tetapi ada juga dari Tanjunggading dan Kedaton. Orang tuanya menitipkan mereka untuk berlatih,” ujar Hadiono, pelatih Brepu, di sela-sela latihan.
Sepak bola memang merupakan olahraga yang merakyat dan paling digemari di belahan dunia. Hal ini disebabkan sepak bola tidak memerlukan biaya yang besar. Dengan sebuah bola saja, masyarakat dapat bermain sepak bola.
Sepak bola bagi anak-anak pun sangat berpengaruh bagi kemajuan persepakbolaan Indonesia. Adanya regenerasi dan pelatihan yang bagus pastinya memunculkan bibit-bibit baru yang unggul.
’’Latihan yang melibatkan anak-anak ini sudah saya lakukan sejak lima tahun yang lalu untuk mencari bibit-bibit baru,” ujar Hadiono.
Dia memaparkan, anak didiknya sudah ada yang tergabung dalam Persatuan Sepak Bola Bandar Lampung (PSBL). Saat ini, anak-anak yang berlatih juga terus meraih prestasi di berbagai turnamen.
Bagi anak-anak sendiri, sepak bola merupakan permainan yang sangat mengasyikkan. Saling adu skill dan taktik di lapangan adalah seni dari sepak bola.
Dan yang paling penting, mereka dalam bermain bola tidak merasa takut cedera. Padahal, sepak bola merupakan olahraga yang cukup keras. Patah kaki bisa saja terjadi dalam olahraga ini.
’’Sepak bola di kalangan anak-anak perlu diberi perhatian lebih oleh pemerintah. Hal ini ditujukan agar regenerasi dapat terjadi sehingga sepak bola Indonesia di hari esok semakin maju. Itu harapan saya,” ujarnya. (c1/adi)




KANTOR PUSAT: GRAHA PENA LAMPUNG, Jl. Sultan Agung No. 18 Kedaton, Bandarlampung - 35115 - Indonesia | Telp. (0721) 789750 - 782306, Fax. (0721) 789752 - 773930