Bang Salam: Halalbihalal, Allah Kirim Tamu Istimewa

187
Bang Salam saat mengantar seorang nenek menyeberang. Foto: Ist

radarlampung.co.id – Saat acara halalbihalal berlangsung di kantor DPC Partai Gerindra Tanggamus, Minggu lalu (16/7), seorang nenek yang cacat kakinya sambil membawa tongkat masuk ke tengah-tengah ribuan undangan.

Nenek itu diperkirakan berumur antara 79 hingga 81 tahun. Dia terlihat bingung. Hi. Darussalam, S.H., ketua DPC Partai Gerindra Tanggamus, langsung bereaksi. Disaksikan kader partai, pimpinan partai, pejabat KPUD, utusan Kesbangpol setempat, dan undangan lain yang hadir dalam acara itu, Bang Salam –sapaan akrab Hi. Darussalam– menghampiri dan membawa nenek itu ke kantor DPC Partai Gerindra.

’’Nenek dari mana? Kok jalan sendiri?” tanya Tanya Bang Salam sambil menuntun sang nenek. ’’Saya belum makan Pak,” jawab nenek itu. Jawaban itu membuat Bang Salam iba.

Apalagi nenek itu berjalan sempoyongan. Dia lantas menyuruh orang untuk menyiapkan nasi buat nenek itu. ’’Cepetan ambilin nasi sama lauk yang enak untuk nenek ini,” pinta Bang Salam dengan raut wajah panik.

bs4Akhirnya nenek itu memakan nasi plus lauk pemberian Bang Salam. Namun tak sampai habis. Nenek itu mengaku malu makan di depan banyak orang. Dia meminta nasinya dibungkus saja. ”Mak haga mengan dijah,?” ucap sang Nenek.

Setelah nasinya dibungkus, Bang Salam lantas memberikan sedikit rezeki kepada nenek itu. ”Mohon doanya ya Nek,” ujar Bang Salam yang menjadi tuan rumah acara halal bihalal. Tak sampai disitu perhatian Bang Salam. Dia mengantarkan nenek itu hingga ke pinggir jalan. Lalu Bang Salam menaikkan nenek yang belakangan diketahui tinggal Bumi Agung itu ke motor ojek. ”Nenek itu pulang ke Bumi Agung. Tinggalnya di belakang LP,” tuturnya.

bs1Bang Salam merasa bersyukut ada tamu Allah yang hadir di tengah-tengah acara yang diselenggarakannya.

’’Alhamdulillah. Subhanallah, Allah mengutus hambanya untuk hadir di sini dan saya bersyukur menek yang patut kita muliakan itu sudah makan di sini. Bisa kalian bayangkan jika itu ibu atau nenek kalian, pasti kita semua menangis. Jadi kewajiban kita untuk memperhatikan hal seperti ini sebagai makhluk sosial yang saling peduli satu sama lain tanpa memandang kasta dan latar belakangnya,” jelas Bang Salam kepada awak media. (dna/c1/ewi)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here