Bawaslu Telusuri Video Oknum ASN Baiat Warga

455
BUAT HEBOH: Suasana baiat oleh oknum ASN pada sebuah acara. FOTO SCREEN SHOT AKUN FACEBOOK ACHMAD HUZAIRIN

radarlampung.co.id – Bawaslu Lampung menyayangkan beredarnya video oknum aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan sumpah/baiat kepada warga untuk memilih dan memenangkan ’’seseorang”.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan, meski saat ini belum memasuki tahapan pencalonan gubernur, sebagai upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran netralitas ASN, maka lembaganya akan melakukan beberapa langkah.

Khususnya terkait pasal 71 (1) pejabat negara, pejabat daerah, pejabat ASN, anggota TNI/POLRI dan Kepala Desa atau sebutan lain dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Beberapa langkah tersebut, kata Khoir—sapaan akrabnya—yakni melakukan penelusuran terhadap video tersebut sehingga bisa diketahui siapa saja yang ada dalam video. Jika sudah didapat, Bawaslu akan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait untuk memperjelas peristiwa tersebut.

“Jika sudah memasuki tahapan (pilgub), sanksi terhadap ketentuan pasal ini adalah sanksi pidana yaitu pasal 188,” kata Khoir dalam pernyataan resminya, kemarin.

Terkait pelantikan pejabat di Lampung Tengah, dia mengatakan bahwa dalam pasal 71 UU 10/16 ayat (2) gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati dan wali kota atau wakil wali kota dilarang melakukan penggantian pejabat 6 bulan sebelum tanggal penetapan paslon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri.

Bahwa sepanjang penggantian pejabat dilakukan dengan persetujuan tertulis dari mendagri maka tidak menjadi pelanggaran. Bahwa pasal 71 ayat (2) tersebut baru bisa dilaksanakan setelah ada penetapan paslon akan tetapi apa yang terjadi dalam kurun waktu 6 bulan sebelum penetapan dapat dijadikan informasi awal dan bukti pada waktunya jika ada dugaan pelanggaran terhadap ketentuan pasal 71 ayat (2). Karena sanksi terhadap pasal tersebut adalah pembatalan sebagai calon.

“Bawaslu Provinsi Lampung sudah pernah menyampaikan surat peringatan dini kepada kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terkait ketentuan pasal 71 UU 10/16,” pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya beredar video amatir berdurasi 51 detik yang diupload akun Facebook, Achmad Huzairin pada 10 Oktober 2017 pukul 09.26. Dalam video tersebut, seseorang mengenakan seragam ASN, memimpin sumpah untuk memenangkan salah satu kandidat bakal calon gubernur Lampung. (dna/c1/fik)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here