Kamis, 24 April 2014
     
Home Berita Utama Banting Setir Caden

Banting Setir Caden

846
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Bupati Lambar Mulai Gerilya
BANDARLAMPUNG – Ketokohan sejumlah calon gubernur (cagub) yang akan bertarung pada Pilgub 2 Oktober 2013 tidak diragukan lagi. Namun, hal itu tidak menjamin mereka mudah mendapatkan perahu. Sadar dengan kondisi ini, sejumlah cagub pun telah menyiapkan antisipasi. Tidak perlu partai politik (parpol), banting setir sebagai calon independen (caden) pun menjadi strategi akhir yang ditempuh.

Salah satunya Komandan Korem 043 Garuda Hitam Kolonel (Czi.) Amalsyah Tarmizi. Dia mengaku mulai mengubah strategi yang selama ini diterapkan. Sulitnya mendapatkan partai politik (parpol) yang akan mengusungnya, Amalsyah siap maju melalui jalur perseorangan. Saat ini, ia mengintensifkan komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat.

’’Saya prajurit rakyat. Independen pun saya sudah siap,” kata Amalsyah kepada koran ini usai siaran langsung di Radar Lampung TV kemarin (5/3).

Menurut dia, komunikasi yang dilakukan saat ini bukan hanya dari komponen politik. Tetapi dengan seluruh lapisan masyarakat. Di antaranya kalangan organisasi kemasyarakatan, pengusaha, tokoh masyarakat, ustad, sampai kiai. ’’Itu yang saya lakukan. Saya berkomunikasi dengan mereka semua,’’ ucapnya.

Amalsyah mengatakan, upaya menggalang simpati ini merupakan bawaan dari perintah Kemanunggalan TNI-Rakyat. Sebagai Danrem, ia harus menjadikan masyarakat sebagai sahabat. ’’Apalagi, Sahabat itu singkatan dari Satu Hati Bersama Amalsyah Tarmizi,” kata pria berkumis ini.

Meski demikian, Amalsyah mengaku belum menyerah berkomunikasi politik dengan parpol. Di DPP Partai Demokrat (PD), ia mengaku hormat dengan purnawirawan TNI-AD yang ada di partai tersebut. Sementara, ia juga kerap bersosialisasi bersama Ketua DPD PD Lampung M. Ridho Ficardo.

’’Dengan Ridho, saya sering jalan sama-sama. Kemarin ada haul Syekh Abdul Qadir Jailani di Bekri, saya datang sama-sama. Dengan Riswan Tony berpelukan; dengan Alzier, saya salam-salaman; dengan Pak Gubernur (Sjachroedin Z.P.) selaku ketua Forkopimda, saya hormat,’’ urainya.

Strategi serupa juga diambil Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. Ada atau tidaknya partai pengusung, dia mengaku tak ambil pusing. Calon independen tetap akan ditempuh.

’’Saat ini saya memang merapatkan diri ke partai-partai, termasuk Golkar, dan saya merasa terbantu dengan dukungan dari partai-partai kecil. Mudah-mudahan juga dapat didukung dari partai-partai besar. Namun jika tidak didukung atau ditawari cawagub, saya nggak mau. Saya tetap maju jadi gubernur lewat jalur independen. Saya percaya kalau kata Allah Kun, maka jadilah,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Politik DPD PD Lampung Yusuf Kohar mengatakan, sementara ini partainya masih menunggu landasan hukum pelaksanaan pilgub. Namun, dalam komunikasi politik, PD sebagai perahu utuh untuk mengusung cagub tetap membuka pintu koalisi untuk parpol lain.

’’Kami terbuka koalisi karena perjuangan kan nggak bisa sendiri. Banyak pembicaraan dan penjajakan. Tetapi, kami belum menentukan sikap,” kata Yusuf kepada Radar Lampung kemarin.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung ini menuturkan, meski belum memulai tahapan penjaringan cagub-cawagub, PD mempersilakan kader-kadernya untuk melakukan sosialisasi. Hanya, kata dia, mayoritas kader internal menginginkan Ridho maju sebagai cagub.

’’Dia sudah membangun DPD selama dua tahun. Wajar saja ketua dicalonkan. Kami berharap Ridho yang maju. Apalagi perahu kami penuh, amunisi penuh, ya mengerti sajalah,” kata Yusuf saat ditanya posisi apa yang diinginkan kader ketika Ridho maju dalam pilgub.

Menurut dia, PD tetap akan memajukan kader internal untuk menciptakan kepala daerah yang militan terhadap partai. Pasalnya, selama ini banyak kepala daerah yang diusung PD namun meninggalkan partai setelah terpilih. ’’Model begini, sby (Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono, Red) nggak suka,” urai Yusuf.

Dengan demikian, kata dia, jika tercipta koalisi PDIP-PG, maka kemungkinan besar PD tidak akan bergabung. Pasalnya, ketiga parpol ini sama-sama menginginkan kader internalnya maju sebagai cagub maupun cawagub. Terkait komunikasi politik dengan parpol lain, Yusuf mengatakan bahwa saat ini PD masih melakukan penjajakan dengan semua parpol. Semuanya pun baru dalam tahap perkenalan dan belum menentukan sikap.

Sementara, di saat cagub lain mengubah strategi, Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Barat (Lambar) Mukhlis Basri mulai bergerilya menghadapi pilgub. Peraih 90 persen suara dalam Pilkada Lambar ini menyosialisasikan dirinya sebagai cagub ke pengurus-pengurus anak cabang (PAC) se-Mesuji kemarin. ’’Silaturahmi saja,’’ kata Mukhlis melalui layanan BlackBerry Messenger, menjawab pertanyaan Radar Lampung, kemarin.

Langkah Mukhlis mengumpulkan seluruh PAC se-Mesuji ini memang diam-diam. Buktinya, pelaksana tugas (Plt.) Ketua DPC PDIP Mesuji Ferdi Gunsan mengaku tidak tahu kunjungan Mukhlis tesebut. ’’Saya malah nggak tahu. Tetapi kalau terkait pilgub, sah-sah saja kalau dia mau mencalonkan diri,” kata Ferdi saat dihubungi melalui telepon.

Wakil Ketua Bidang Infokom DPD PDIP Lampung ini juga tak mempermasalahkan sikap Mukhlis yang mulai berkonsolidasi keliling kabupaten/kota. Meskipun, Mukhlis tidak berkoordinasi dengannya selaku Plt. ketua partai. ’’Nggak ada masalah keliling-keliling. Tetapi yang ini memang saya nggak tahu,” tuturnya.

Pada bagian lain, Ferdi mengatakan, saat ini partainya masih menunggu landasan hukum terkait waktu pelaksanaan pilgub. Jika sudah ditetapkan pilgub akan berlangsung pada 2013, maka PDIP langsung menggelar penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Ia juga mengaku tidak akan terlambat dalam menetapkan pasangan calon. ’’Misalnya kalau Pak Mukhlis mau nyalon, dia nanti bisa ikut mendaftarkan diri melalui tim penjaringan PDIP,” paparnya.

Menurut Ferdi, PDIP juga akan memperhatikan hasil survei dari kader internal dan tokoh eksternal yang akan maju pilgub. Secara resmi, PDIP memang belum melakukan survei tersebut. Namun, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini telah melakukan pemetaan internal berdasarkan masukan dari pengurus partai di ranting-ranting.

Terkait koalisi, sambungnya, jika PDIP benar berkoalisi dengan Partai Golkar (PG), maka hanya akan ada 3-4 calon yang akan bertarung. Ferdi sendiri menginginkan PDIP maju sebagai cagub, bukan cawagub. Pasalnya, Ketua DPD PDIP Lampung Sjachroedin Z.P. adalah gubernur saat ini.
’’Kami masih punya gubernur, masak nanti turun jadi cawagub? Ya tapi kan kami belum membicarakan posisi. Lihat saja untung-ruginya seperti apa di internal PDIP dan PG, nanti dibawa ke dpp,” pungkasnya. (dna/wdi/vie/p6/c1/ary)

Info Langganan