Bersyukur Lolos dari Penyakit Lupus

Duplik Lengkap Dahlan Iskan
271
Dahlan Iskan

Bapak-Bapak Majelis Hakim Yang Mulia, jalannya perkara ini mungkin seperti rujak cingur untuk Saudara Wisnu Wardhana, tetapi seperti rujak sentul untuk saya: kami ngalor jaksa ngidul.

Karena tidak ada yang baru dari replik bapak jaksa dan hampir tidak ada sanggahan sama sekali atas pleidoi kami, maka duplik ini saya manfaatkan untuk mengungkapkan rasa syukur saya kepada Allah SWT bahwa:

Selama sidang saya bisa melewati masa kritikal saya sehingga lolos dari serangan penyakit lupus yang hampir saja mengenai saya. Saya berterima kasih atas izin berobat yang diberikan kepada saya.

Semula saya masih berharap hasil diagnosis tim dokter Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya yang mengatakan bahwa saya di ambang terserang penyakit lupus itu keliru. Ternyata, hasil pemeriksaan di RS Di Yi Zhong Xin Yi Yuan, Tianjin, sama. Alhamdulillah, langsung ditangani.

Sayang, waktu berobat hanya satu minggu sehingga tidak mungkin mengatasi ancaman penyakit tersebut secara tuntas. Serangan lupus itu datang akibat terganggunya keseimbangan imunitas di tubuh saya. Alhamdulillah bahwa izin berobat tersebut telah membuat masa kritikal saya itu lewat.

Memang, ancaman penyakit lupus masih mengintai saya setiap saat. Ini karena obat yang saya minum setiap hari memang berdampak menurunkan sistem imunitas tubuh saya. Namun, saya tidak mungkin tak minum obat tersebut karena hati yang terpasang di tubuh saya sejak 10 tahun yang lalu itu tetap dianggap benda asing oleh sistem tubuh saya yang asli.

Seperti diketahui, 14 tahun yang lalu, saya didiagnosis terkena sirosis dan kanker hati. Selama dua tahun (2003–2005), saya harus mondar-mandir Surabaya–Singapura untuk mencoba segala macam upaya.

Upaya yang darurat adalah bagaimana mengatasi munculnya banyak gelembung darah di sepanjang saluran pencernaan saya agar tidak muntah darah lagi. Juga untuk mengatasi bengkaknya tubuh saya. Susu saya kian montok sehingga mirip perempuan. Kaki saya juga membesar sehingga tiap tiga bulan harus ganti ukuran sepatu.

Semua itu saya jalani sambil terus bekerja keras untuk perusahaan-perusahaan saya dan untuk membenahi PT PWU. Tentu banyak dokumen yang mau tidak mau tetap harus saya tanda tangani meski sering harus menunggu kepulangan saya dari luar negeri.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here