Budiwijaya Butuh Banyak Karyawan

YUK LAMAR: Budiwijaya cabang Kemiling tengah membutuhkan banyak karyawan yang akan ditempatkan sebagai tenaga administrasi, tenaga pengajar, dan sekuriti. FOTO RIMADANI EKA MARETA/RADAR LAMPUNG
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Bimbel (Bimbingan Belajar) Budiwijaya membutuhkan banyak karyawan untuk tenaga pengajar dan tenaga administrasi yang akan ditempatkan di wilayah Bandarlampung.

Branch Manager Budiwijaya Arif Budi Setiawan mengatakan, tenaga pengajar yang dibutuhkan masing-masing untuk guru matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.’’Kita juga butuh empat tenaga sekuriti,’’ jelasnya.

Tidak ada syarat khusus, untuk tenaga administrasi, terpenting menguasai program Microsoft Office dan internet, karena akan langsung berurusan dengan data siswa dan sistem pembayaran.

’’Untuk tenaga pengajar, kita akan kelompokkan menjadi dua. Yakni pekerja part time dan full time. Namun, sebelumnya semua staf baru akan memasuki tahapan penilaian dan masa training,’’ jelasnya.

Karena tidak ada syarat khusus, maka pelamar boleh mahasiswa tingkat akhir, ataupun sarjana (S1) semua jurusan. ’’Namun demikian, untuk pengajar MIPA harus sesuai background pendidikannya. Kecuali guru Bahasa Inggris, karena ilmunya bisa didapat bukan dari bangku kuliah,” jelas Arif –sapaan akrabnya.

Setiap pelamar kata dia akan melewati serangkaian tes. Mulai dari seleksi berkas, tes tertulis, hingga wawancara. ’’Untuk wawancara akan kami lakukan tiga kali, interview pertama dengan saya selaku branch manager, QC dari Palembang, dan interview dengan principle atau direktur. Setelah dinyatakan lolos langsung mengikuti training,” terang dia.
Untuk itu Arif mengajak anak muda Lampung untuk bergabung bersama dengan Budiwijaya.

Yakni dengan mengirimkan lamaran lengkap ke Budiwijaya Cabang Kemiling di Jalan Imam Bonjol No. 600 F-G, Kemiling, Bandarlampung. ’’Untuk informasi lebih lengkap bisa hubungi kami di 0852-6659-9116,’’ sebutnya. (cw22/c1/nui)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY