Buka Peluang Peningkatan Ekspor Kopi ke Australia

90
Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Setelah Provinsi Bouira, Republik Demokratik Rakyat Aljazair, giliran perwakilan Australia mendatangi Lampung. Salah satu tujuannya, rencana meningkatkan kerja sama di sektor pariwisata dan perdagangan.

Perwakilan yang dipimpin First Secretary Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia James Ghaeni itu melakukan pertemuan di Pemprov Lampung kemarin (13/7). Mereka diterima Sekretaris Provinsi Sutono.

Menurut Sutono, Indonesia dan Australia sudah memiliki hubungan ekonomi yang cukup dekat. Sejumlah komoditas dikirimkan ke negara Kangguru tersebut. ”Australia juga merupakan negara pengekspor sapi ke Indonesia,”  kata Sutono.

Komoditas lain yang dieskpor ke Australia adalah kopi robusta, karet, udang olahan, bekicot, nata de coco, kopra, dan kelapa. ”Ke depan, kita membuka peluang untuk pengusaha Australia berinvestasi di bidang kerajinan. Tujuannya meningkatkan mutu kerajinan Lampung agar mampu menembus pasar internasional,” sebut dia.

Sementara First Secretary Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia James Ghaeni mengatakan, Pemerintah Australia berkeinginan meningkatkan kerja sama pariwisata dan perdagangan. Masyarakat negara itu juga sangat berminat berkunjung dan menikmati kopi Lampung.

“Jika memungkinkan, Pemerintah  Australia dapat berinvestasi di industri kerajinan. Saya harap kita dapat terus saling berkomunikasi untuk melakukan langkah nyata dan memulai kerja sama saling menguntungkan,” kata James.

Dilanjutkan, Lampung memiliki panorama alam dan cita rasa kopi yang dia sebut sebagai salah satu kopi berkualitas tinggi dan bercita rasa unik. Peluang investasi ke Lampung, menurut James, makin terbuka seiring perbaikan Bandara Radin Inten II.

”Peningkatan status bandara merupakan salah satu faktor pendorong bagi kemajuan industri pariwisata dan kerajinan di Lampung,” ujarnya.

Diketahui, Lampung merupakan pemasok kopi robusta terbesar di Indonesia dengan produksi rata-rata 100.000-120.000 ton per tahun, dengan luas areal kopi mencapai 163.837 hektare. Itu juga yang menjadi pertimbangan Lampung menjadi pusat peringatan Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober mendatang.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Tony Lumban Tobing mengungkapkan, Pemprov Lampung mengundang Kedutaan Besar Australia untuk datang pada perayaan tersebut. ”Kami mengundang pecinta kopi dari Australia untuk datang dan menjalin kerjasama dengan pelaku usaha di lampung,” ujarnya.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Perdagangan Lampung Ferynia Mawardji  mengungkapkan, kunjungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor kopi ke Australia.

Sebab selama ini ekspor kopi Lampung masih didominasi biji. “Kita ingin ekspor kopi dalam bentuk roasted atau kopi panggang,” kata Ferynia. (rls/abd/c1/ais)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here