Bus Vs Truk, 10 Penumpang Tewas

521
DIEVAKUASI: Kondisi bus nahas yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Curahsawo, Gending, Probolinggo, kemarin. FOTO JPG

radarlampung.co.id – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Curahsawo Km 106, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, kemarin dini hari. Sepuluh orang tewas akibat kecelakaan bus malam Medali Mas dengan Truk Hino tersebut. Ditambah sembilan penumpang bus lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di RS Wonolangan Dringu.

Data yang dihimpun Radar Bromo (grup Radar Lampung) menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Kecelakaan bermula saat truk Hino nopol DR-8600-AB yang dikemudikan Munawir (40), warga Dusun Beleke Gerung, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), sarat muatan pakan ternak melaju dari arah barat ke timur. Truk bermuatan 22 ton itu berada di tikungan dengan kecepatan sekitar 25 km/jam, posisi miring ke kanan sampai 30 derajat. Sedangkan dari arah selatan melaju bus Medali nopol N-7130-UA yang dikemudikan Rifai A. Kerto (48) asal Sumber Suko, Purwosari, Pasuruan, dengan kecepatan 70 km/jam.

Akibat kemiringan truk yang sampai 30 derajat dan kecepatan bus 70 km/jam, akibatnya bus menghamtam bagian bak truk tepat mulai belakang pintu sopir. Kemudian bus dan truk pun sama-sama menghindar dengan membanting ke kiri. Namun, bak truk itu menyasak terus bodi bus bagian kanan. Akibatnya, 10 penumpang bus yang duduk di kursi kanan, belakang sopir, seketika tewas.

Proses evakuasi kecelakaan berlangsung cukup lama. Ambulans RSUD dr. Moch. Soleh dan RS Wonolangan dikerahkan semua untuk mengangkut para korban kecelakaan. Untuk korban meninggal dunia (MD) dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Moch. Soleh Kota dan korban selamat yang mengalami luka dilarikan ke rumah sakit terdekat. Yaitu RS Wonolangan Dringu.

Saat kejadian, Pos Polisi Bentar Gending yang berjarak sekitar 200 meter dari TKP kosong. Polisi yang pertama datang ke lokasi adalah dari anggota Satlantas dan Polsek Dringu. Saat petugas datang, warga tidak boleh masuk bus. Petugas langsung mengevakuasi korban satu per satu. Baik itu korban MD maupun yang luka-luka.

Bus itu sendiri membawa penumpang berjumlah sekitar 32 orang. Penumpang yang selamat dan tidak mengalami luka, rupanya langsung mengamankan diri sendiri. Ada yang memilih untuk melanjutkan perjalanan, ada pula yang menunggu saudara atau kerabatnya yang MD atau luka dalam insiden tersebut.

Tanti Yuniarti (30), penumpang bus asal Karya Timur Blimbing, Malang mengaku saat kecelakaan tidak dalam posisi tidur. Namun, dirinya yang duduk di kursi nomor dua dari depan sisi kiri tidak menghadap ke depan karena tengah momong kedua anaknya (Nasya, 8 tahun dan Farah 18 bulan). ”Tiba-tiba, ada benturan keras dan bunyinya juga keras,” katanya kepada Radar Bromo saat ditemui di kamar mayat RSUD Dr. Moch Soleh Kota Probolinggo.

Tanti menjelaskan, setelah kecelakaan, dirinya melihat ibu mertuanya, Markami (60), terjepit di bangku kursi samping kanannya. Begitu juga kakak iparnya, Mariya Kristiyani Eni Budoyo yang duduk bersebelahan dengan ibu mertuanya. ”Sopir busnya ugal-ugalan. Mulai dari terminal Ubung sudah ngebut. Ada penumpang yang sudah mengingatkan untuk tidak ngebut berkali-kali,” terang Tanti yang kehilangan ibu mertua dan kakak iparnya karena tewas akibat kecelakaan tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan saksi Maya Sukmawati (29), asal Sanur, Denpasar. Saat ditemui di RS Wonolangan Dringu, Maya mengatakan, saat memasuki wilayah Probolinggo, sopir sudah diingatkan oleh penumpang agar tidak ngebut. Ternyata, sopir bus itu tetap saja tidak memperdulikan teguran penumpang. ”Saat hendak mau berangkat dari terminal Ubung, sempat ada firasat. Ada penumpang yang membawa bayi, bayi itu nangis terus di depan. Kebetulan penumpang itu duduk di depan saya,” kata Maya yang duduk di kursi nomor tiga dari depan sisi kiri dalam Bus.

Rizaldi Iqwal Sentanu penumpang bus mengatakan, dirinya yang duduk di kursi paling belakang dekat toilet dalam kondisi tidur. Karena habis berhenti di rumah makan. Namun, dirinya pun terkejut saat terjadi kecelakaan tersebut. ”Saya tidak tahu penyebab terjadinya kecelakaan. Tapi laju bus memang kencang,” ujarnya singkat.

Sopir truk, Munawir saat ditemui mengatakan, dirinya tidak dalam kondisi mengantuk. Saat dirinya melintasi tikungan, kecepatan hanya sekitar 25 km/jam. Karena muatan pakan ternak memang berat, jadi posisi truk saat di tikungan pun miring ke kanan. Nah, tiba-tiba bus dari arah berlawanan menghantam bak belakang pintu sopir. ”Posisi arus lalu lintas saat itu sepi. Tidak ada kendaraan lainnya, saya melaju pelan sekitar 25 km/jam,” terangnya.

Sedangkan sopir bus membantah dirinya melaju dengan kecepatan tinggi. Saat itu, memang kondisi jalan sepi. Namun, dirinya melaju dengan kecepatan standar yaitu 70 km/jam. Karena posisi lajur lurus. Namun, saat hendak menikung, ternyata truk di depannya posisi miring. Sehingga, mengenai bak truk tersebut. ”Saya keluar dari kapal pukul 22.30. Memang sempat istirahat makan 25 menit. Jadi saya jalan dengan kecepatan biasa dan tidak mengantuk,” ucapnya.

Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas sepanjang Jalan Raya Gending-Dringu macet total. Proses evakuasi para korban laka tewas maupun luka ringan membutuhkan waktu. Ditambah upaya evakuasi bangkai bus Medali Emas yang rusak berat akibat kecelakaan tersebut. Arus lalu lintas baru lancar kembali sekitar 3 jam pasca kecelakaan.

Sekitar pukul 05.30, truk derek yang tiba sudah satu jam sebelumnya, berhasil mengevakuasi bangkai bus. Sedangkan bangkai truk Hino dibiarkan terparkir di tepi jalan raya depan rumah makan Ocean Garden Gending.

Sekitar pukul 05.00, ambulan terakhir melaju dari lokasi kejadian membawa korban luka maupun korban tewas. Setelah itu, proses evakuasi bangkai bus pun dilakukan dengan truk derek.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat dikonfirmasi tidak menampik terjadinya kemacetan akibat kejadian kecelakaan tersebut. Sebab, saat terjadi kecelakaan menonjol, yang menjadi prioritas penanganan evakuasi korban, baik yang tewas maupun luka. Selama proses evakuasi korban kecelakaan itu, arus lalu lintas ditutup total. ”Beruntungnya malam hari itu jumlah kendaraan tidak terlalu banyak. Sehingga, kemacaten sendiri tidak sampai terlalu panjang,” katanya kemarin.

Kapolres menjelaskan, setelah badan bus berhasil dievakuasi, arus lalu lintas kembali berjalan padat merayap. Sebab, kendaraan yang melintas mengurangi kecepatannya di lokasi kejadian, akibat banyak serpihan pecahan kaca bus. Namun, sekitar satu jam setelah evakuasi arus lalu lintas kembali normal. ’’Anggota sudah turun ke lokasi kecelakaan, mulai evakuasi korban sampai mengatur lalu lintas,” terangnya.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here