Dinilai Ilegal, Go-Jek Tetap Diminati

574
Foto: Net

radarlampung.co.id – Meski usaha ojek online atau Go-Jek dinilai ilegal di kota ini, antusiasme masyarakat untuk mendaftar sebagai driver-nya masih tinggi. Bahkan meski sering diterpa isu tak sedap, tidak menghalangi manajemen terus merekrut.

Seperti diungkapkan Rizki Amar, salah satu driver Go-Jek asal Tanjungsenang. Dia mengatakan sudah mendaftar sejak awal perekrutan, Maret. Setiap harinya, dia mampu membawa pulang uang Rp100–300 ribu. Meski harus dipotong 20 persen untuk disetorkan ke kantor. Dia mengaku masih untung.

”Saya kan juga nyambi kerja, tapi karena tidak setiap hari. Jadi waktu senggangnya bisa buat narik penumpang,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak ada batasan penghasilan atau waktu kerja. Terkadang saat tidak ada jadwal mengajar pagi, dia bisa mulai menarik penumpang. Begitu sebaliknya.

”Atau kalau saya siangnya malas, saya mulai sore sampai tengah malam. Kalau mau penghasilan banyak, ya nariknya juga harus lama,” lanjutnya.

Radar Lampung mencoba untuk menelusuri proses pendaftaran menjadi driver Go-Jek, kemarin dengan mendatangi kantor sekretariat Go-Jek di Jl. M.H. Thamrin jalan No 57, Gotong Royong.

Sesampainya di depan pintu, wartawan ini langsung disambut pria berpakaian petugas pengaman. Tanpa terlebih dahulu dipersilakan masuk, pria itu menanyakan maksud kedatangan. Sementara di dalam lantai dasar ruko tersebut, terlihat puluhan orang sedang duduk memegang berkas. Menunggu panggilan dari petugas administrasi yang duduk di belakang meja.

Masih di luar kantor, petugas keamanan tadi pun menjelaskan tata cara pendaftaran Go-jek sambil menyerahkan pamflet. Rupanya hanya para calon driver yang teregristrasi yang boleh memasuki ruang tersebut. ”Mau daftar, sudah dapat SMS dari Go-Jek atau belum?” tanyanya.

Sebelum mendaftar para calon driver harus mengirimkan SMS dengan format tertentu yang ditujukan ke nomor gojek pusat. Setelah mendapatkan SMS balasan berisi kode, maka calon driver baru akan diproses dengan membawa berkas seperti, KTP, SIM, STNK, dan SKCK.

”Balasan SMS-nya dari pusat, tidak menentu, bisa dua hari, enam hari, bahkan ada yang seminggu. Nanti kalau sudah ada balasan, silakan kembali,” katanya.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here