Dishub Matangkan Shortcut Rejosari-Bakauheni

152
Ilustrasi. (Ist)

radarlampung.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung melakukan finalisasi terhadap pematangan shortcut (jalur lintas) kereta api Rejosari–Bakauheni.

Kepala Dishub Lampung Qodratul Ikhwan mengaku sudah membicarakan percepatan ini dengan PT KAI Divre III.2 Tanjungkarang dan Balai Perkeretaapian Lampung.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat beberapa waktu sudah ada beberapa hasil sementara. Ada ajuan satu titik trase yang berletak di Natar, Lampung Selatan.

”Kalau di Natar alasannya, akses ke jalan tol lebih dekat. Kemudian tidak perlu membuat jembatan. Dan tetap aksesnya terhubung dengan rencana comuter line,” kata dia.

Kendati demikian, dia mengaku paling tidak ada tiga pilihan alternatif penentuan titik. Sebab, hal ini melihat dari beberapa kajian, Misalnya, dalam persoalan keadaan anggaran dan kondisi lahan atau dan beberapa aspek lain.

”Tentunya permsalahan yang dihadapi nantinya bakal beragam. Terlebih mengenai pembebasan lahan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, soal finalnya penentuan titik ini akan ditenggat akhir tahun. Saat ini, dia masih menunggu kabar dari Kementerian Perhubungan RI dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) guna kepastian anggaran untuk pembangunan fisik ini.

”Pembahasan APBN 2018 itu kan sudah dimulai dari Februari, saat ini bagaimana kita berupaya mendorong realisasinya,” kata dia.

Dia mengatakan, sudah mengomunikasikan hal ini ke Kementerian Perhubungan dan meminta action dilakukan tahun ini juga. ”Paling tidak untuk tahun ini bisa dilakukan revisi masterplannya. Sehingga di tahun depan sudah mulai ada proses pembebasan lahan dan keperluan lain,” jelasnya.

Proses dan tahapam tersebut diharapkannya bisa berjalan mulus. Sehingga, diperkirakan pada tahun 2020 mendatang, action dalam pembangunan fisik sudah bisa dimulai.

”Itu harapan kita. Sesuai dengan amanat pak Gubernur untuk mengantisipasi kemacetan. Nah, kita berharap juga, Kemenhub bisa merespons ini dengan positif,” harapnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Lampung Midi Iswanto mengatakan, harus ada sinergi yang ketat antara pemerintah pusat dan daerah dalam revisi perencanaan ini. Seperti, melakukan pembahasan secara khusus dengan Bappeda baik provinsi maupun kabupaten/kota.

”Ditekankan juga, untuk perencanaan di daerah juga tidak bersinggungan langsung dengan trase kereta api. Seperti pembuatan ruas baru jalan baik jalan protokol dan di bawahnya,” paparnya. (abd/c1/whk)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here