Dugaan Pembobolan ATM, Panggil Tiga Saksi

241

radarlampung.co.id – Penyidik Polresta Bandarlampung masih menyelidiki kasus hilangnya uang ratusan juta milik Andika Maesa Setiawan  atau Andika Kangen Band. Sejumlah saksi akan dimintai keterangan.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung mengatakan, surat panggilan sudah dikirimkan kepada saksi yang diduga mengetahui proses keberadaan ATM milik Andika.

’’Kami sudah kirimkan surat panggilan saksi. Sampai saat ini, kami belum memastikan bagaimana proses hilangnya uang yang berada di ATM,” kata Harto, Rabu (8/11).

Dilanjutkan, ada sekitar tiga saksi yang bakal dimintai keterangan. Salah satunya merupakan pelayan toko yang menerima ATM dan mengembalikannya kepada Andika. ’’Kami juga nanti minta print out dari bank yang bersangkutan. Walaupun korban sendiri sudah memiliki print out-nya. Tetapi, kami akan memastikannya,” sebut dia.

Harto juga menyatakan belum bisa memastikan pihak yang kemungkinan terLibat dalam kasus tersebut. ”Kami belum bisa pastikan siapa. Kita mintai keterangan (saksi) dulu. Ini butuh penyelidikan lebih dalam. Seperti apa alur cerita dan prosesnya sampai uang itu hilang,” tegasnya.

Andika melaporkan kehilangan uang ke Polresta Bandarlampung, Selasa sore (7/11). Kepada polisi, dia mengaku kecolongan. Uang sebesar Rp135.995.600 di dalam ATM miliknya ludes.

Andika baru sadar uangnya raib saat dia hendak mengganti kartu ATM yang tertelan di dalam mesin. Kala itu posisinya di Provinsi Jambi. ’’Saya mengetahui ini pada tanggal 4 November lalu. Waktu itu ATM saya tertelan. Kemudian saya minta ganti kartu ATM di Bank BCA setempat,” kata Andika.

Saat kartunya diganti, Andika kaget saldo di ATM hanya tersisa Rp150 ribu. ’’Saya kaget. Padahal, saldo di ATM sekitar Rp135 juta dan belum saya ambil,” sebut dia.

Dia langsung mengecek transaksi di tabungannya. Hasilnya, ada transaksi pada 1-2 November di rekeningnya.

Menurut Andika, pada Rabu (1/11) lalu dirinya berbelanja di salah satu toko sepatu di Tanjungkarang Pusat. Waktu hendak membayar, dia menyodorkan kartu ATM.

’’Pas saya lagi belanja mau bayar dengan ATM, namun kata pelayan toko tengah terjadi error. Dan, pegawai tersebut membawa ATM saya ke dalam. Kemudian dikembalikan lagi ke saya,” kata dia. (yud/c1/ais)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here