Dugaan Retribusi Ganda, Inspektorat Turun Tangan

Ilustrasi
- Advertisement -

BANDARLAMPUNG – Masalah dugaan retribusi ganda di Pasar Pasirgintung berlanjut. Kasus tersebut kini ditangani Inspektorat Bandarlampung.

Inspektur Bandarlampung M. Umar menuturkan, selama dua hari terakhir pihaknya telah menurunkan tim untuk menyelidiki laporan tersebut.

Hanya, saat dikonfirmasi kemarin, dia menyatakan belum bisa mengambil kesimpulan atas tim yang diterjunkan. ’’Saat ini tim masih turun untuk mengeceknya,” ucap Umar kepada Radar Lampung kemarin.

Tidak sebatas menurunkan tim, Inspektorat juga telah memanggil Kepala UPT pasar Pasirgintung untuk mempertanyakan hal tersebut.

Sayang, terkait pemanggilan ini Umar juga mengaku belum bisa memberi komentar banyak. ’’Yang pasti akan ada sanksi tegas bila laporan itu benar adanya. Sanksinya seperti apa, tunggu hasil pemeriksaan tim seperti apa,” ucapnya.

Terpisah, Kepala UPT pasar Pasirgintung Joni Hariansyah membenarkan telah mendapat panggilan Inspektorat. Kini, dirinya mengaku sedang melengkapi sejumlah berkas yang bisa membuktikan dirinya tidak melakukan pungutan retribusi ganda tersebut.

’’Saya juga sedang mengumpulkan surat pernyataan dari perwakilan sejumlah pedagang bahwa kami memang tidak melakukan pungutan ganda. Dalam minggu ini selesai semua,” ucapnya.

Dia memaparkan, saat ini setidaknya terdapat sekitar 532 pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Dengan rincian pedagang toko sebanyak 40 orang, Kios (67), pedagang kaki lima (200), dan hamparan (225). ’’Untuk mengecek ke pedagang, bukan hanya Inspektorat, dari dinas juga sudah turun ngecek langsung kok,” imbuhnya.

Dia sekaligus menerangkan, dalam sehari total retribusi pasar dan kebersihan terkumpul sekitar Rp1,30 juta. Terdiri atas retribusi pasar sekitar Rp852 ribu serta retribusi kebersihan sekitar Rp450 ribu.

’’Mengenai penggunaannya selain kita setor ke dinas, ada juga untuk membayar TKS enam orang setiap bulan sebesar Rp3,6 juta. Kemudian uang piket petugas Rp50 ribu. Serta akomodasi kebutuhan kantor,” bebernya.

Sementara, mengenai pelaporan keuangan, pihaknya beranggapan telah melakukan pencatatan dengan baik. ’’Kita pun diperiksa Inspektorat dalam setahun 2 kali. Keuangan kita ada bukti penyetoran setiap hari. Tiga bulan sekali diperiksa dinas. Jadi laporan pungutan ganda ini sebatas ulah dari orang yang tidak senang dengan saja saja,” elaknya.

Diberitakan sebelumnya, pedagang di Pasar Pasirgintung resah. Mereka merasa ada ketidakadilan terkait pungutan retribusi. Persoalan retribusi itu menyebar lewat surat berantai. Bahkan, surat tersebut ditembuskan langsung ke Wali Kota Bandarlampung Herman H.N.

Dalam surat itu, retribusi dkatakan diambil 5 sampai 6 kali. Namun, retribusi kerap tidak disertai karcis. Sementara yang terjadi di pasar lain, penarikan retribusi hanya dua kali. Satu kali untuk retribusi pasar dan satu lagi retribusi kebersihan.

Surat tersebut ditandatangani oleh Wagimin, yang mengatasnamakan pedagang Pasar Pasirgintung. ’’Padahal operasional Pasar Pasirgintung tidak berbeda dengan pasar-pasar lain yang ada di Bandarlampung. Buka subuh, tutup sore. Hanya pertokoan yang ditarik dua kali dalam sehari,” ungkapnya. (sur/c1/wdi)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY