Fly Over Jl. Pramuka Tunggu Perubahan Layout

412
DIROBOHKAN: Satu bangunan di lahan pembangunan fly over Jl. Teuku Cik Ditiro–Jl. Pramuka akhirnya dirobokan Pemkot Bandarlampung. FOTO RIMA/RADAR LAMPUNG

BANDARLAMPUNG – Pembangunan fly over Jl. Pramuka masih sedikit tersendat. Pengerjaan baru sebatas pemasangan box culvert dan pelebaran jalan. Pasalnya, kontraktor masih menunggu keluarnya layout atau tampilan desain terbaru dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Palembang.

Demikian diungkapkan Ahmad Nazmudin selaku pelaksana lapangan PT Dewanto Cipta Karya sebagai pihak ketiga dalam pembangunan fly over tersebut. ’’Saat ini kami sedang melebarkan jalan. Tetapi pelebarannya sebatas memakan bahu jalan saja,” kata dia kepada Radar Lampung saat ditemui di lokasi pembangunan di Jalan Z.A. Pagar Alam kemarin.

Dijelaskan, lima hari paska persetujuan tersebut pembangunan akan langsung dilaksanakan. “Kami menunggu karena ada perubahan dari layout sebelumnya yang sudah kami terima. Karena sebelumnya arah fly over ini ke kanan dan keluar langsung ke Jalan Z.A. Pagaralam. Tapi lalu dibuat satu arah keluar di Jalan Indra Bangsawan,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Nazmudin, nantinya fly over dengan lebar 8 meter dan panjang 150 meter itu akan dibuat tanpa median jalan. “Nantinya fly over tidak lurus langsung tembus kearah Jl. Indra Bangsawan. Itu karena ada rumah warga jadi kami serongkan sedikit ke kanan baru nanti keluar di lokasi makam,” ungkapnya.

Senada, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandarlampung, Syamsul turut membenarkan penjelasan tersebut. “Nanti akan melewati Jalan Z.A. Pagaralam. Ini satu arah langsung keluar di Jalan Indra Bangsawan,” katanya.

Untuk kendaraan dari arah Natar menuju Rajabasa harus memutar arah di dekat SDN 2 Rajabasa Bandarlampung ketika hendak memasuki Jalan Pramuka. “Jadi nanti itu tidak ada lagi lampu merahnya. Bisa lurus saja,” terangnya.

Nah, soal pembebasan lahan diakuinya telah dilakukan. “Sudah selesai kurang lebih ada 300 meter yang kita bebaskan. Harganya seusai peraturan Rp5 juta per meternya. Termasuk berkas DED dan lainnya. Itu kan pakai jalan kota jadi pakai DED kota,” paparnya.

Terpisah, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N., menyatakan proses pelebaran jalan dilaksanakan sebagai antisipasi kemacetan akibat proses pembangunan. “Agar lalu lalang tidak macet. Jadi nanti dari Jalan Pramuka keluar Jalan Indra Bangsawan itu,” ujarnya singkat. (rma/c1/fik)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here