Gas 3 Kg Langka, Pertamina Pastikan Suplai Tak Dikurangi

82
Ilustrasi

radarlampung.co.id – Kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) terjadi di sejumlah daerah di Bandarlampung sejak beberapa pekan terakhir. Masyarakat kesulitan mendapatkan tabung isi ulang gas melon tersebut di agen maupun warung tradisional.

Dahlia (65), warga Jalan Putribalau, Kedamaian, mengaku kesulitan mencari tabung gas 3 kg. Bahkan untuk bisa mendapatkan tabung isi ulangnya harus menunggu hingga seminggu.

Meski terjadi kelangkaan, Dahlia mengaku tidak ada kenaikan soal harganya. ’’Harganya masih 22 ribu. Tetapi bukan masalah harganya, namun nyarinya sulit. Biasa kalau beli di warung depan itu tiga hari sekali, kalau sekarang bisa satu minggu baru dapat. Itu juga keliling dulu nyarinya,” kata Dahlia kepada Radar Lampung kemarin.

Akibat kelangkaan gas Elpiji 3 Kg ini, usaha susu kedelai yang dijalankan Dahlia  sempat mangkrak. “Jelas terganggu usaha saya. Kaya tadi malam mau buat susu kedelai tiba-tiba gas abis, terus saya cari tapi nggak dapat. Jadi mau tidak mau produksi susu kedelai saya ditunda dulu,” sesalnya.

Hal sedana juga disamapaikan Misbah. Warga jalan Malabar, Wayhalim Permai itu mengaku sejak sebulan lalu mengalami kesulitan membeli isi ulang Gas 3 Kg sehingga membuatnya beralih ke Bright Gas.

“Karena susah nyarinya jadi saya pake bright gas aja. Sejauh ini tidak ada masalah sih. Nyaman juga pake yang tipe baru ini. Walaupun awalnya sempat takut,” ujarnya.

Sementara itu, communication and reletion Pertamina Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Siti Rachmi Indahsari menyatakan, sejauh ini pihaknya telah menyuplai elpiji kg sesuai jumlah yang ditentukan sehingga minim untuk terjadi kelangkaan.

Bahkan, dia mengaku tidak ada pengurangan jumlah distribusi di pangkalan resmi. Menurutnya, rata-rata per bulan disuplai 4,9 juta tabung Elpiji 3 Kg yang disebarkan melalui 110 Agen dan 3.074 pangkalan di Lampung. “Jadi tidak ada pengurangan, bahkan kami lakukan penambahan atau operasi pasar,” kata Siti Rachmi saat dihubungi melalui ponselnya.

Ia menegaskan, pihaknya mendistribusikan elpiji 3 kg Pertamina melalui jalur resmi yakni, langsung ke agen dan pangkalan. Karena itu, apabila terjadi kelangkaan di tingkat warung pengecer, hal itu sudah di luar kontrol dan kendali pertamina.

Namun jika memang ada pangkalan yang kosong, pihaknya menyarankan agar segera melaporkan ke agen terdekat atau melalui contact center 1.500.000. Menurut dia, Pertamina juga butuh dukungan dari semua pihak untuk melakukan pengawasan terkait distribusi elpiji bersubsidi ini.

Siti Rachmi juga menduga terjadinya kelangkaan ini juga diakibatkan kepanikan masyarakat (panic buying), sehingga masyarakat memebeli dalam jumlah banyak untuk dijadikan stok.

’’Keluarga mampu, kafe atau pelaku usaha layaknya restoran besar tidak disarankan membeli barang subsidi ini. Jadi kalau ada tindakan yang tidak sesuai terjadi di lapangan, segera dilaporkan karena Pertamina akan melakukan tindakan tegas jika ada pelanggaran,” tandasnya. (ing/c1/kyd)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here