Lebih Dekat dengan Enam Siswa Peraih Program IYLP

Hanya Bermodal Sharing, Enam Siswa ini Go International

106
FOTO BERSAMA: Hafizd Dianggara Magda (kanan bawah) berfoto bersama lima rekannya sebelum keberangkatan menuju Kedubes Amerika Serikat untuk Indonesia guna persiapan keberangkatan menuju IYLP di AS, 8 Agustus mendatang. FOTO IST FOR RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Siswa perwakilan dari tiga provinsi siap mengikuti program Indonesia Youth Leadership Program (IYLP) yang digelar Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia. Lampung menjadi salah satu provinsi yang berhak atas program tersebut.

Laporan Rimadani Eka Mareta, BANDARLAMPUNG

HAFIZD Dianggara Magda bersama lima rekannya tengah dibalut rasa syukur yang amat besar. Hingga kemarin, mereka masih sulit percaya terpilih mewakili Lampung untuk berangkat ke Amerika Serikat.

Hafizd bersama lima rekannya, masing-masing Fathiya Khairiya, Latasya Adelia Wulandari, Nanda Mutiara Putri, Dinda Fauziatul Huda, dan Miftah Dhia Falah, akan terbang ke Negeri Paman Sam dalam rangka mengikuti Indonesia Youth Leadership Program.

Istimewanya, keenamnya baru kali pertama mengikuti program dengan lingkup internasional. Mereka pun makin bersyukur lantaran seluruh biaya, mulai keberangkatan hingga kembali ke Indonesia, sepenuhnya ditanggung oleh Indiana University.

Sebelum tiba waktu pemberangkatan, kini, keenamnya tengah berpetualang menyebar ke beberapa daerah di Lampung. Pasalnya, di ajang IYLP tersebut mereka mengemban amanah untuk memamerkan budaya Lampung. Itulah yang membuat segala persiapan tengah dilakukan guna menampilkan karya maksimal.

Dengan semangat menggebu, Hafizd menceritakan rangkaian proses mulai seleksi hingga persiapan keberangkatan, yang jika dihitung tinggal beberapa minggu kedepan. ’’Saat ini kami sedang mempersiapkan apa yang akan kami tampilkan selama kurang lebih satu bulan di sana. Maka itu, kami mulai berlatih tari, juga bermain musik,” jelas dia.

Persiapan itu dilakukan mereka secara mandiri. Karena, mereka mengikuti kegiatan ini atas inisiatif sendiri dan langsung dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia. Yang mana, kegiatan ini bertujuan membawa anak-anak Lampung mempromosikan provinsi ini ke tingkat internasional.

Awalnya, Hafizd mengetahui informasi terkait IYLP dari salah seorang seniornya bernama Fadlan pada Februari lalu. Saat itu dirinya ditawari untuk bergabung ke Amerika Serikat dengan beberapa audisi yang harus dilakukan.

’’Saat itu, kami harus mengirimkan essai kami ke Kedubes Amerika untuk Indonesia. Baru satu bulan setelahnya, pada Maret kami dipanggil ke kantor Kedubes. Nah, dari sana ketahuan yang lolos sebanyak 16 orang dari Lampung,” jelasnya.

Satu pekan setelahnya, baru kemudian diadakan interview yang dilakukan langsung oleh perwakilan Kedubes. Pada Mei lalu, barulah diketahui yang mewakili Lampung untuk berangkat ke Amerika Serikat ialah Hafizd bersama keenamnya rekannya.

Tidak ada bantuan apapun yang diterima dari pemerintah. Mereka hanya menerima saran-saran yang dari senior pendahulunya. ’’Kami hanya tukar pendapat saja dengan senior sebelumnya. Kami sekedar tanya apa yang harus kami lakukan nantinya,” tutur Hafizd.

Selain perwakilan dari Lampung, terdapat juga perwakilan provinsi lain yang ikut berangkat dalam program IYLP. Yakni perwakilan dari Magelang, Jawa Tengah dan Jailolo, Halmahera Barat. Mereka akan berangkat pada 8 Agustus hingga 2 September. Nantinya seluruh kegiatan akan banyak dilakukan di Indiana.

’’Di pekan terakhir kami akan mengunjungi Washington, D.C. untuk mengunjungi gedung putih,” lanjut dia.

Diakui Hafidz dirinya terbantu dengan keberadaan Just Speak. Berdasarkan keterangan Aulia Afifah Junaedi selaku Chief Operationg Officer Just Speak, salah satu bimbingan belajar yang telah tiga tahun berdiri di Bandarlampung, yang terpilih berangkat ke Amerika Serikat mengikuti program IYLP ini sebagian mendapat informasi dari lembaga tersebut. Namun ada juga yang melalui jalur tersendiri.

’’Kita lakukan pembinaan juga. Tapi memang kami juga hanya bisa sebatas memberikan informasi kepada mereka tentang pengalaman kami memberangkatkan mahasiswa dan siswa ke luar negeri. Kami tidak melakukan bimbingan, sekadar tukar pendapat saja,” jelasnya. (c1/sur)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here