Ical’S Craft Wakili Indonesia di Ajang HandMade Korea Summer

Andalkan Clutch Tapis, Edukasi Masyarakat Dunia soal Budaya Lampung

BAWA NAMA LAMPUNG: Ical Sungkai (kanan) dan Ahmad Wahyudi Ringgala menunjukkan clutch Tapis andalan rumah produksi mereka. FOTO ANGGI RHAISA/RADAR LAMPUNG
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Terobosan Ical’s Craft memadupadankan tas anyaman daun pandan dengan kain Tapis mendapat apresiasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop & UKM) RI. Ical’s Craft mendapat kesempatan mewakili Lampung pada HandMade Korea Summer pada 20–23 Juli 2017. Bagaimana persiapannya?

Laporan Anggi Rhaisa, BANDARLAMPUNG 

NUANSA etnik sangat kental di Ical’s Craft Galeri, Jl. Way Abung I No. 25, Bandarlampung. Selain dipenuhi barang khas Lampung, wallpaper yang menghiasi dinding semakin menambah kesan etnis di galeri berukuran sekitar 3 x 4 tersebut.

Galeri ini memang menjadi urat nadi bisnis Ical’s Craft. Di tempat inilah, dia memamerkan barang-barang produksinya. Beragam barang seperti clutch Tapis, kalung, pouch, dan kain Tapis dipamerkan. Sang Founder & Art Director Ical’s Craft Yunisar mengaku selain mengandalkan galeri sebagai pusat pemasaran, pihaknya juga aktif menggunakan media sosial seperti Instagram sebagai sarana promosi.

“Sebenarnya bukan kali ini saja kami ditunjuk mewakili Indonesia di ajang-ajang promosi luar negeri,” kata Ical Sungkai-sapaan akrab Yunisar.

Ical Sungkai menjelaskan, pada Juli 2016 silam, pihaknya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi & UKM RI bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung.

Rupanya karya-karya Ical’s Craft mendapat perhatian khusus dari Kemenkop & UKM RI. Pada Agustus 2016, lanjut Ical Sungkai, pihaknya menerima email dari Kemenkop & UKM. Isi email pada intinya meminta Ical’s Craft untuk berpartisipasi pada sebuah pameran di Jepang. Sayang, karena masalah pendanaan pihaknya gagal berangkat.

Beruntung kekecewaan akibat gagal berangkat ke Jepang akhirnya terobati. Pada Oktober 2016, Ical’s Craft kembali mendapat kesempatan berpartisipasi pada ajang Manila Fame 2016 di Filipina. Ical’s Craft merupakan salah satu dari 10 rumah produksi di Indonesia yang dinyatakan lolos seleksi Kemenkop dan UKM RI untuk ikut ajang tersebut.

Rupanya, kebudayaan Lampung yang diusung Ical’s Craft pada even tersebut menarik perhatian Senior Vice President Manila Fame sekaligus Disigner Etnic Malaysia. Tak tanggung- tanggung, selain memborong produk, Ical’s Craft juga mendapat kesempatan tampil pada penutupan acara tersebut.

Keberhasilan ini lah yang membuat rumah produksi Ical’s Craft kembali mendapat kepercayaan dari Kemenkop dan UKM RI untuk berpartisipasi pada acara HandMade Korea Summer di Samsungdong Coex C Hall, Korea Selatan pada 20-23 Juli mendatang.

Pada ajang tersebut, Ical’s Craft rencananya tetap mengandalkan clutch pandan Tapis Lampung, kalung, pouch, Tapis Lampung, dan lainnya. Clutch Tapis ini memang menjadi andalan Ical’s Craft. Clutch ini adalah tas yang dibuat dari anyaman pandan dan dipadupadankan dengan kain tapis sehingga membentuk satu buah tas tangan yang cantik nan berkelas. “Kami juga akan membuat ikat baju adat dan ikat kepala pakaian perempuan Korea (hammock) dengan bahan kain Tapis,” ungkapnya.

Ical Sungkai mengaku membutuhkan waktu tiga hari untuk merancang konsep, desain khusus tematik, hingga proses pengerjaan alias produksi. “Kami memang belajar secara otodidak. Kami mencari inspirasi sendiri dari riset melalui internet, museum, rumah-rumah adat dan lainnya,” tuturnya.

Pada ajang HandMade Korea Summer mendatang, Ical menyatakan, akan membawa masing-masing 10 buah hasil karya rumah produksinya. “Kami berharap lebih mendapatkan support dari pemerintah Lampung,” kata Ahmad Wahyudi Ringgala selaku Marketing Ical’s Craft seraya menyatakan pihaknya juga ingin menggandeng komunitas-komunitas guna bersama-sama mengedukasi masyarakat dunia tentang Tapis Lampung. (c1/fik)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY