Indonesia Raih Dua Gelar di Thailand Open GPG

Awal Menjanjikan Ganda Putri
138
JUARA: Ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu merengkuh juara di Thailand Open Grand Prix Gold (GPG) usai mengandaskan wakil tuan rumah, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, 21-12, 21-12, kemarin. FOTO NET

BANGKOK – Dua pekan lalu, Indonesia babak belur di ajang beregu campuran, Sudirman Cup 2017. Namun, pebulu tangkis Indonesia kembali berbenah dan bisa mengambil kesempatan meraih juara di Thailand Open Grand Prix Gold (GPG). Total ada dua gelar yang diraih skuad Cipayung dari tiga nomor yang tampil di final.

Ganda putri, Greysia Polii/Apriani Rahayu, membayar lunas kepercayaan dan ekspektasi tim pelatih pelatnas. Pada final yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand, kemarin, Greysia/Apriani menang dua game atas wakil tuan rumah, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, 21-12, 21-12.

Kemenangan tersebut menjadi gelar perdana buat pasangan yang baru turun secara resmi di Sudirman Cup lalu. Khususnya buat Apriyani, gelar tersebut memberikan asa besar buat pebulu tangkis yang tahun lalu masih berkompetisi di level junior.

Performa dia cukup matang, terlebih lagi, dia tidak canggung walaupun berpasangan dengan seniornya. Meskipun, tarpaut usia 10 tahun, Apriani dengan nyaman melakukan komunikasi dengan seniornya itu.

“Hari ini saya senang sekali sekaligus bangga, pertama kali juara di level GPG,” terang Apriani dalam surat elektronik PP PBSI kemarin.

Dalam kondisi ini, merengkuh gelar sekelas GPG adalah hal biasa buat Greysia. Poin penting yang cukup terlihat adalah, dia mampu membawa Apriani berjuang bersama.

Satu gelar Indonesia lainnya datang dari ganda putra. Adalah Berry Angriawa/Hardianto yang kembali tampil mengejutkan. Ganda putra yang resmi berpasangan awal 2017 ini lunas membayarkan kegagalan di Thailand Masters Februari lalu. Saat itu, mereka hanya mentok di semifinal.

Thailand Open GPG kali ini menjadi gelar kedua buat pasangan yang sebelumnya menempati peringkat 33 BWF itu. “Step by step, ini harusnya menambah kepercayaan diri mereka untuk turnamen berikutnya,” terang Aryono Miranat, asisten pelatih ganda putra saat dihubungi Jawa Pos (Group Radar Lampung).

Aryono yang mendampingi Berry/Hardi memang melihat chemistry keduanya sudah terlihat sejak menjuarai Malaysia Masters 2017. Dengan demikian, opsi ganda putra Indonesia semakin melimpah. Karena Berry/Hardi yang diproyeksikan sebagai pelapis rupanya siap untuk memberikan perlawanan di turnamen yang lebih tinggi levelnya.

Sayangnya, pesta gelar Indonesia belum komplet. Ini setelah Jonatan Christie, harapan tunggal putra Indonesia harus kalah dari Sai Praneeth dalam rubber game. Padahal, Jojo-sapaan Jonatan-sempat unggul di game pertama, 21-17, sebelum akhirnya kalah di dua game berikutnya, 18-21, 19-21.

Sedangkan, All Thailand Finals di tunggal putri menjadi milik Ratchanok Intanon. Dia mengakhiri perlawanan kompatriotnya, Busanan Ongbamrugpha,21-18, 12-21, 21-16.(jpg/c1/wan)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here