Ini akibat Kesalahan Pola Asuh

78
Ilustrasi. (Ist)

radarlampung.co.id – Pola asuh yang salah diduga menjadi penyebab Wulandari (10) memiliki perilaku membahayakan. Hal ini berdasar hasil observasi terhadap bocah yang tinggal di RT 02 Dusun 2, Pekon Sukoharjo 1, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, itu.

Psikolog Nur Hayati mengatakan, Wulandari mengalami tekanan psikologis. Ini disebabkan pola asuh dan speak delay. ’’Pola asuh yang salah dapat mengakibatkan tekanan psikologis bagi anak,” kata Nur saat melihat kondisi Wulandari kemarin.

Kunjungan dilakukan oleh tim LK3 Dinas Sosial Pringsewu didampingi jajaran Polsek Sukoharjo, Dinas Kesehatan Pringsewu, Lembaga Perlindungan Anak Pringsewu, dan PSM Sukoharjo terhadap Wulandari. Bocah itu dipasung dengan rantai sejak dua bulan terakhir.

Nur mengungkapkan, berdasar keterangan orang tua Wulandari, Suparman dan Bonirah, sebelumnya bocah itu dirawat oleh orang tua asuh. ”W (Wulandari, Red) kerap dikurung oleh orang tua asuhnya saat bekerja,” sebut dia.

Kondisi tersebut menyebabkan Wulandari tidak dapat bersosialisasi dan mendapatkan waktu yang cukup untuk bermain. Akibatnya, perkembangannya terhambat dan mengalami speak delay.

”Bocah W juga mengeluh sakit kepala di bagian belakang. Ini memerlukan pemeriksaan medis,” ujarnya.

Untuk pemulihan psikologis, terus Nur, akan dilakukan dengan kunjungan rutin setiap minggu. Langkah selanjutnya adalah terapi speak delay.

Sementara Suparman mengatakan, Wulandari adalah anak kelima. Sejak lahir, ia dirawat oleh kerabatnya, pasangan Abud dan Tumini. ”Setelah Abud meninggal, Wulandari dibawa ke Jakarta. Lalu sejak dua tahun terakhir, ia kembali tinggal bersama kami,” kata Suparman,

Dilanjutkan, selama ini Wulandari kerap melakukan hala-hal membahayakan. Salah satunya menghidupkan kompor tetangganya. ”Karena itu, dia terpaksa kami pasung. Sudah dua bulan ini dirantai,” ucapnya. (mul/rnn/c1/ais)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here