Ini Dua Destinasi Wisata Baru di Tanggamus

Dispar dan Forum CSR Dukung Pengembangan Pulau Kukang dan Air Terjun Tirai
200
Ilustrasi

radarlampung.co.id – Tidak hanya Batu Tegi yang menjadi objek wisata di Airnaningan, Tanggamus. Wilayah tersebut memiliki dua potensi wisata baru yang indah. Yakni Pulau Kukang di Pekon Batutegi dan Air Terjun Tirai di Pekon Datarlebuay.

Upaya lebih mengenalkan dua objek wisata itu dilakukan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batutegi dengan melihat langsung lokasi tersebut, Jumat (6/10). Ini mengundang Dinas Pariwisata Lampung, Dinas Pariwisata Tanggamus, dan perusahaan yang tergabung dalam Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lampung serta jurnalis.

Kepala KPHL Batutegi Yanyan Ruchyansyah mengatakan, dua lokasi itu berada  di Register 22. Untuk Pulau Kukang, luasnya lima hektare di atas Sungai (Way) Sekampung, Bendungan Batutegi.

”Tadinya merupakan tempat habituasi Kukang. Namun sejak 2014, pulau itu tidak digunakan lagi. Karena kosong, kami memandang ini cocok untuk dikembangkan jadi destinasi baru,” kata Yanyan Ruchyansyah.

Lelaki yang akrab disapa Kang Yayan ini menuturkan, Pulau Kukang yang berada di atas Bendungan Batu Tegi sudah mulai dirapikan sejak 2016. Ini melibatkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis).

”Sekarang baru ada pondok untuk pertemuan, ayunan dan satu tiang pandang. Ke depan, kita akan bangun toilet dan beberapa tiang pandang untuk melihat view di kawasan tersebut,” urainya.

Ilustrasi

Wana wisata ini menawarkan konsep one day trip. Dimana, wisatawan bisa mengunjungi Pulau Kukang, Air Terjun Tirai dan melakukan tabing. “Jadi bisa dari pagi sampai sore berwisatanya. Untuk menjadikan ini wisata menarik, kami sengaja mengundang Forum CSR dan dinas pariwisata agar mendapat masukan untuk pengembangan kawasan itu,” ujarnya.

Untuk Air Terjun Tirai, baru dibuka Juni 2017 lalu. Air Terjun ini memiliki dua curup dengan kolam yang tidak terlalu dalam. ”Tinggi air terjunnya sekitar 30 meter,” sebut dia.

Lebih lanjut Kang Yayan mengungkapkan, usai menikmati dua kawasan wisata itu, wisatawan bisa melakukan tabing. Yakni sejenis arung jeram yang menggunakan ban dalam berukuran besar.
Sementara Ketua Forum CSR Lampung Saptarini mengatakan, konsep wana wisata yang ditawarkan berpotensi untuk menarik wisatawan. Karena itu, perusahaan diharapkan bisa membantu melakukan pengembangan.

”Forum CSR yang terdiri dari perusahaan swasta, BUMN dan akademisi ini sering melakukan trip untuk menumbuhkan ide-ide. Ini langkah awal yang bagus. Kami tentu akan men-support eko wisata ini,” kata Saptarini.

Pada bagian lain, Kepala Dispar Tanggamus Retno Noviana Damayanti mengatakan, Dispar Lampung dan Tanggamus siap membantu pengembangan wana wisata yang digagas KPHL. “Dispar Lampung siap membantu membangun dermaga apung untuk tempat sandar perahu dan selfie. Lalu dari kabupaten, dalam APBD 2018 akan membantu anggaran membangun toilet, kamar ganti dan shelter,” kata Retno. (ral/rnn/ehl/c1/ais)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here