Inilah Perkiraan Tahapan Pilgub

Kampanye Diprediksi Februari 2018

Ilustrasi
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengeluarkan draf tahapan, program, serta jadwal penyelenggaraan pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) di Lampung 2018. Berdasarkan rancangan tersebut, tahapan pilkada dimulai September 2017.

Selanjutnya, pembentukan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) pada Oktober 2017. Sementara pembentukan kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) pada Maret 2018.

Kemudian, KPU juga mengagendakan untuk pendaftaran pasangan calon (paslon) pada Januari 2018. Sedangkan untuk masa kampanye dimulai Februari 2018 dan dilanjutkan dengan pendistribusian logistik pada Maret 2018.

Selain itu, penyelenggara pilgub sudah menjadwalkan tahapan pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi penghitungan suara medio Juni 2018. ’’Untuk penetapan pasangan calon terpilih bila ada gugatan direncanakan tiga hari setelah putusan MK (Mahkamah Konstitusi),” kata Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono kemarin.

Meski baru sebatas draf dan disusun bulannya saja, Nanang memperkirakan tahapan resmi tidak jauh berbeda. ’’Draf ini masih perkiraan kita, tetapi mudah-mudahan tidak jauh berbeda dengan tahapan sebenarnya,” ujar dia.

Mengacu draf tersebut, Nanang berharap penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) dapat dilakukan pada Mei 2017. Mengingat tahapan sudah berjalan September. ’’Itu jadwal terakhir, NPHD. Masa persiapan kan perlu dilakukan. Maka kami usulkan di Mei 2017, agar persiapannya lebih matang. Dari sisi kegiatan yang penting terutama menyiapkan rakor pemutakhiran data pemilih dengan Disdukcapil,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dalam bentuk seminar sebelum tahapan berjalan. ’’Kalau sudah September, KPU akan sibuk dan melaksanakan agenda tahapan yang formal dan terjadwal. Pemutakhiran data pemilih harus jauh-jauh hari dipersiapkan dan diperbaiki. Apalagi Disdukcapil provinsi baru dibentuk secara formal tahun ini,” ucapnya.

Nanang menyatakan, pihaknya sengaja memublikasikan draf tahapan Pilkada 2018 ini dengan harapan mendapat masukan dari berbagai pihak. ’’Draf tersebut sudah saya share terbuka agar ada masukan ide yang produktif. Jadi KPU bisa lebih baik kinerjanya,” tutur dia.

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY