Jamaah Wafat Meningkat Drastis

Hampir Tiga Kali Lipat Dibandingkan Tahun Lalu
60
Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Jumlah jamaah haji wafat tahun ini meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, total jamaah haji yang meninggal dunia mencapai 27 orang. Jumlah itu jauh meningkat dibanding tahun 2015 yang hanya 8 orang dan tahun 2016 (10 orang).

Kasi Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Istutiningsih mengatakan, tahun ini memang jumlah jamaah haji wafat lebih banyak. Menurut dia, terlepas dari ketetapan Allah SWT, fisik menjadi salah satu faktor. ’’Ibadah ini memang harus benar-benar dipersiapkan secara fisik. Sebisa mungkin menjaga kondisi fisik yang prima saat keberangkatan,” ujarnya kemarin.

Dari laporan yang didapat pihaknya, sebagian besar penyakit yang diderita jamaah berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Sedikitnya 13 jamaah meninggal dikarenakan penyakit kardiovaskular (CVD) yang erat kaitannya dengan jantung. ’’Selebihnya karena usia tua, kecapekan, dan penyakit bawaan,” ungkapnya.

Untuk itu, dia menyarankan kepada seluruh calon jamaah haji yang akan berangkat tahun depan agar bisa mempersiapkan fisik sejak dini. ’’Saran dari kami adalah memperbanyak latihan fisik. Karena ini ibadah fisik,” pesannya.

Dia juga menekankan kepada jamaah agar jujur tentang kesehatan sebelum keberangkatan. Sebab, hal ini juga menjadi salah satu penentu untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan ibadah haji 1439 Hijriah/2017 baru saja selesai. Sebanyak 221 ribu jamaah haji asal Indonesia yang terbagi dalam 512 kelompok terbang (kloter) secara bertahap dipulangkan.

Data dari tim kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun ini, jumlah jamaah yang meninggal dunia di tanah suci lebih dari 700 orang. Ini menjadi rekor apabila dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.

Menurut Ketua Rabithah Haji Indonesia Ade Marfuddin, sebagian besar jamaah yang meninggal berasal dari jamaah ketegori risiko tinggi (risti). Merujuk hal tersebut, lanjut Ade, jika ditemukan jamaah yang masuk kategori risti, maka jangan diberangkatkan. Tetapi, Kemenag wajib memberikan solusinya, seperti pilihan badal haji bagi yang bersangkutan karena batal berangkat. ’’Siapa saja yang membadalkan, bisa saja dari pihak keluarga yang pernah berangkat haji atau petugas haji yang sudah berhaji,” ujarnya.

Ade menegaskan, Fatwa MUI dan kebijakan jamaah sehat ini menjadi penting, agar calon jamaah haji bisa mempersiapkan kesehatan sebelum berangkat ke tanah suci. Fatwa MUI tentang kesehatan jamaah, lanjutnya, terus didorong. Tentu saja tujuannya agar dapat menekan angka kematian jamaah haji kategori risti. ’’Kini dorong musim haji tahun depan fatwa ini sudah diterapkan,” katanya.

Dirilis dari data sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Kemenag hingga Selasa (3/10), jumlah jamaah yang meninggal sebanyak 644 orang. Dari jumlah tersebut, diketahui 10 jamaah meninggal di Jeddah, 462 meninggal di Makkah, 83 meninggal di Madinah, 21 meninggal di Arafah, dan 68 jamaah meninggal di Mina. Dari total jamaah yang meninggal tersebut, 25 di antaranya berasal dari jamaah haji khusus. (abd/jpg/c1/fik)

Daftar Jamaah Haji Lampung yang Wafat >>

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here