Kamar Hotel Penuh, Kuliner Diserbu

Efek Positif Harganas XXIV
333
SAMBUT MENKO: Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyambut Menko PMK Puan Maharani saat acara Harganas XXIV, Sabtu (15/7) lalu. FOTO IST FOR RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Provinsi Lampung sepekan terakhir jadi sorotan karena menjadi tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV. Rangkaian even yang berlangsung pada 7–15 Juli itu juga membawa dampak positif bagi perekonomian Lampung.

Industri pariwisata Lampung merasakan dampak langsung perhelatan nasional tersebut. Nyaris tak ada kamar hotel tersisa karena full booked untuk menampung 12 ribu peserta. Biasanya, Sabtu-Minggu merupakan low season (masa sepi) hunian hotel di Bandarlampung. Okupasinya hanya 40 persen dari total kamar.

General Manager (GM) Hotel Novotel Lampung Lalu Aswadi Jaya menyatakan, total ada 220 kamar dipesan khusus untuk acara Harganas. ’’Kamar hotel dari tipe rendah sampai tinggi full,” kata dia kepada wartawan koran ini kemarin.

Hal senada disampaikan GM Batiqa Hotel Adi Wahyu Prasetyo. Sebanyak 70 persen kamar Hotel Batiqa dipesan untuk peserta Harganas. ’’Hotel Batiqa kamarnya full. Even ini sangat membantu kami. Terlebih acaranya diadakan usai Lebaran. Di mana biasanya tingkat hunian hotel-hotel mengalami penurunan,” ujar dia.

Manajer Hotel Grande Risky menjelaskan, sejak Kamis (13/7) kamar Hotel Grande telah penuh. Demikian juga pengakuan Manajer Hotel Astoria, Harry, seluruh kamar penuh pesanan.

Tak hanya itu, seat (kursi) penerbangan ke Lampung juga penuh. Pusat-pusat kuliner dan oleh-oleh di Bandarlampung juga diserbu peserta ketika akan kembali ke daerah masing-masing. Mulai bakso hingga olahan keripik pisang kebanjiran rezeki.

Bus berbagai ukuran dan mobil pribadi berpelat luar Lampung silih berganti parkir di pusat-pusat kuliner Bandarlampung seperti Restoran RM Kayu yang tak jauh dari PKOR Wayhalim. Para pedagang kecil di sekitar PKOR pun ikut merasakannya.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo berterima kasih kepada warga Lampung yang dinilainya turut berperan menyukseskan hajat nasional ini.

Dijelaskannya, even nasional selevel Harganas sudah jarang dihelat. Dari pelaksanaan Harganas ini, banyak keuntungan bisa dipetik. Mulai sektor pariwisata hingga ekonomi kreatif terkena imbas.

’’Kita lihat bahwa tapis sangat diminati. Pernik oleh-oleh laku keras. Ekonomi kreatif kita juga bergerak. Masyarakat memang memberikan dukungan yang besar. Kita upayakan lagi mendatang,” kata Ridho via ponselnya kemarin.

Menurutnya, dalam kondisi perlambatan ekonomi, perhelatan Harganas menjadi stimulan ekonomi yang cukup baik. Menurut pengamatannya, tingkat hunian hotel di Lampung sempat drop.

“Artinya juga  memberikan darah segar atau dampak positif ekonomi jasa bagi kita. Perkiraan perputaran uang itu bisa ratusan miliar,” jelasnya.

Menurut Ridho, dampak Harganas ini juga dirasakan kabupaten/kota. Bagaimana tidak, lanjut dia, tingkat hunian hotel penuh bahkan sampai ke Kota Metro. Belum lagi sektor lain seperti rental mobil dan tour travel yang juga menangguk untung.

Kondisi ini juga membantu perbaikan di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota. ”Kalau tingkat hunian hotel penuh kan masuknya ke Kabupaten/Kota. Jadi tidak perlu malu-malu untuk berterima kasih sama Pemprov,” ujarnya.

Ke depannya dia akan berupaya untuk memperbanyak even seperti ini. ”Ke depan juga ada Internasional Coffe Festival, kemudian beberapa even pencetus seperti Tapis Evolution dan beberapa even lain,” katanya.

Ekonom Universitas Lampung (Unila) Asrian H. Caya sepakat dengan langkah yang ditempuh Pemprov Lampung. Salah satu cara meningkatkan perekonomian Lampung adalah dengan memperbanyak even nasional. ’’Makanya, banyaknya even skala nasional akan menggerakkan ekonomi kita.” jelasnya.

Dampak lanjutannya, para pengunjung akan menyampaikan kepada kerabat atau orang-orang yang dikenalnya mengenai Provinsi Lampung. Namun, Asrian berpesan Provinsi Lampung tetap harus memberikan pelayanan terbaik.

’’Saat ini sudah bisa dibilang meningkat pelayanan kita. Bandara bagus, hotel sudah banyak. Objek wisata semakin variatif. Harapannya transportasi dan kenyamanan pengunjung harus bisa dijaga,” kata dia.

Kagumi Pembangunan Lampung

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani yang diutus Presiden Joko Widodo menghadiri puncak Harganas XXIV menyampaikan apresiasi pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung. Khususnya perbaikan infrastruktur jalan dan peningkatan Bandara Radin Inten II.

Puan optimistis peningkatan status Bandara Radin Inten II menjadi internasional dapat meningkatan perekonomian daerah. Dia mengatakan, pembangunan yang baik memerlukan kerja sama yang baik antara pusat dan daerah.

’’Memang diperlukan sinergisitas yang baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah guna pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” kata Puan dalam keterangan pers yang diterima Radar Lampung.

Menurut putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ini, Gubernur Ridho telah menunjukkan sinergitas dengan pemerintah pusat. Terbukti, pembangunan pusat banyak di Lampung. (abd/ing/rls/c1/wdi)

Sponsored Content
loading...

1 COMMENT

  1. Puan optimistis peningkatan status Bandara Radin Inten II menjadi internasional dapat meningkatan perekonomian daerah. Dia mengatakan, pembangunan yang baik memerlukan kerja sama yang baik antara pusat dan daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here