Kapal Legendaris TNI-AL Sambangi Lampung

230
Ilustrasi

radarlampung.co.id – KRI Dewaruci, kapal kebanggaan TNI-AL, bersandar di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, kemarin. Menariknya, pihak TNI-AL membuka akses untuk warga yang ingin menaiki kapal legendaris tersebut. Rencananya, KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Panjang hingga Minggu (23/4).

KRI Dewaruci tampak mencolok dengan tiga tiang utama berwarna kuning menjulang ke langit. Kapal buatan HC Stulcken dan Sohn Shipyard ini terlihat kokoh dan perkasa.

Keunikan kapal latih ini juga terletak pada bentangan tali yang terikat di tiang layar. Di bentangan tali itu terpasang puluhan bendera berbagai negara.

Dalam prosesi penyambutan kemarin, Letkol (P.) Cahya Indra Susilo, komandan KRI Dewa Ruci, menerima pengalungan bunga oleh Danlanal Lampung Letkol Laut (P.) Kelik Haryadi, S.H., M.Si. serta Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam.

Letkol (P.) Cahya Indra mengatakan, KRI Dewaruci berlayar membawa 41 taruna dari seluruh Indonesia. KRI ini berlayar dari Surabaya, dengan tujuan mengadakan latihan navigasi astronomi korps laut.

’’Sebelum mereka berlayar ke Spanyol, kami memberikan pelatihan untuk berlayar dari Surabaya menuju Surabaya lagi,” jelasnya.

Persinggahan ke Bandarlampung merupakan yang pertama dan terakhir. Setelah dari Kota Tapis Berseri, KRI Dewaruci akan berlayar kembali menuju Surabaya. ’’Selama empat hari bersandar di Bandarlampung, taruna akan mengunjungi sekolah-sekolah dan kantor pemerintahan untuk melakukan ramah tamah dan sosialisasi,” paparnya.

Danlanal Lampung Letkol Laut (P.) Kelik Haryadi menilai kedatangan KRI Dewaruci membawa manfaat. Terutama memperkenalkan Lampung  kepada taruna. ’’Memperkenalkan bahwa di Lampung ini banyak sumber daya alamnya. Apalagi Lampung akan dibangun armada Pangkalan AL dalam waktu dekat,” katanya.

Berlayarnya taruna bersama kapal Dewaruci juga adalah salah satu program TNI-AL, untuk memberikan latihan navigasi astronomi. Yakni menentukan pelayaran dengan menggunakan bintang. ’’Jadi seperti zaman Majapahit lah, bagaimana menentukan navigasi kapal untuk berlayar hanya menggunakan alam, bukan alat,” ucapnya.

Dengan berlayar menggunakan kapal satu-satunya yang ada di Indonesia ini, jadi bisa memberikan sensasi bagaimana berlayar hanya bermodalkan tiga tiang layar dan navigasi menggunakanm bintang. ’’Jadi tertantang untuk berhadapan dengan ombak. Apalagi setelah pelatihan ini, taruna akan dibawa ke Spanyol,” tuturnya.

Terpisah, Sekkot Bandarlampung Badri Tamam berharap dengan kedatangan kapal Dewaruci ini bisa memberikan satu pengalaman bagi pemuda dan pelajar di Bandarlampung untuk mengenal kapal milik Angkatan Laut.

’’Di sini juga kami undang pelajar dan anggota pramuka untuk bisa memberikan pengalaman dan berbagi cerita dari anggota taruna sehingga mereka mau bergabung menjadi angkatan laut,” ungkapnya. (rls/c1/wdi)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here