Kapolda-Gubernur Copot Sirene Kendaraan

352
LEPAS PAWAI: Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo bersama Kapolda Irjen Suroso Hadi Siswoyo melepas pawai kendaraan usai apel besar komunitas otomotif se-Provinsi Lampung kemarin (13/11). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung menggelar apel besar komunitas otomotif se-Provinsi Lampung kemarin (13/11). Apel yang berlangsung di Lapangan Korpri ini digelar sebagai tanda berakhirnya Operasi Zebra Krakatau 2017.

Dalam apel tersebut, perwakilan komunitas membacakan ikrar, dilanjutkan pencopotan sirene, strobo, dan lampu rotator. Yang kemudian diteruskan dengan pawai kendaraan.

Alfino, salah satu perwakilan komunitas, menerangkan, terdapat lima ikrar komunitas otomotif dalam ikrar komunitas yang dibacakan. Pertama, setiap anggota komunitas otomotif dan masyarakat se-Lampung berikrar akan menaati peraturan lalu lintas, menghormati, dan menjadi teladan bagi para pengguna jalan lainnya.

Kedua, mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas. Ketiga, menjadi pelopor perubahan dalam mewujudkan disiplin berlalu lintas di jalan raya. Berikutnya, senantiasa berperilaku tertib dan mencegah hal-hal yang dapat merintangi dan membahayakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

’’Terakhir, dengan sepenuh hati dan sukarela tidak memasang atau menggunakan lampu rotator, blitz, strobo, dan sirene yang dapat mengganggu keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan lainnya,” ucap Alfino.

Usai membacakan ikrar, Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo secara simbolis mencopot rotator, blitz, strobo, dan sirene yang terpasang dikendaraan serta memberikan helm kepada pengendara kendaraan roda dua. Pencopotan ini disaksikan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Wakil Gubernur Bachtiar Basri, juga sebagian kepala dinas lingkup pemprov Lampung.

Selanjutnya, giliran Gubernur melepas ribuan pengendara untuk berjalan ke jalan raya mengelilingi jalan protokol. Dengan rute dimulai dari Jl. Wolter Mongonsidi – Jl. Kartini – Jl. Raden Intan – dan kembali lagi ke lapangan korpri.

Suroso mengatakan, pencopotan rotator, blitz, strobo, dan sirene tersebut sebagaimana yang diamanatkan UU No.22 tahun 2009 Pasal 59 huruf A, B, dan C tentang penggunaan lampu isyarat dan sirene dan UU No.44 tahun 1993 tentang larangan penggunaan lampu pada kendaraan kereta gendengan/tempelan yang menyinarkan.

’’Apel besar ini diikuti 36 klub mobil di Bandarlampung dengan 285 kendaraan dan 31 klub motor dengan 634 kendaraan. Lalu Polres jajaran sebanyak 29 klub mobil dengan 204 kendaraan dan 53 klub motor dengan 579 kendaraan. Sehingga total ada 1.702 kendaraan roda dua dan empat,” bebernya.

Menurutnya, setiap hari terdapat dua orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Lampung. Dimana, dari Januari hingga September 2017, terjadi 1.525 kecelakaan lalulintas dan 409 orang meninggal dunia, atau setiap hari 2 orang yang meninggal karena kecelakaan.

’’Ada 148 ribu pelanggaran lalu lintas periode Januari – September 2017. Sebanyak 536 pelanggaran setiap hari. Bentuk pelanggaran antara lain menaikkan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya, pelanggaran berjalan di luar marka jalan, penggunaan strobo dan pelanggaran lainnya,” jelasnya.

Mantan Dirintelkam Polda Lampung ini menambahkan, pihaknya berharap dengan berakhirnya operasi zebra nanti, timbul kesadaran dan tulus ikhlas pengendara untuk menaati peraturan lalu lintas sesuai dengan UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.

Sementara, Gubernur usai melepas para pengendara mengaku berterima kasih kepada Kapolda Lampung yang telah membangkitkan peran serta partisipasi masyarakat Lampung dengan menyadarkan keselamatan dalam berkendara.

”Hari ini sangat penting, karena terkait kendaraan lalu lintas, sebentar lagi akan diresmikan jalan tol trans sumatera (JTTS) yang menjadi perlintasan yang baik. Jalan tol ini bisa menjadi berkah, bisa juga menjadi musibah apabila keselamatan kendaraan berlalu lintas tidak kita tanamkan,” ungkapnya.

Dirlantas Polda Lampung Kombes Ahmad Yamin menambahkan, kasus tilang tahun 2016 tercatat sebanyak 1.335 unit, sedangkan di tahun 2017 sebanyak 1.894 unit. Hal ini terjadi peningkatan sebanyak 559 unit atau sekitar 42 persen atau nyaris separo dari tahun lalu.

”Kalau untuk teguran, tahun 2016 sebanyak 67 unit dan tahun 2017 sebanyak 22 unit. Kalau Jumlah pelanggaran total tahun 2016 sebanyak 1.402 unit, tahun 2017 sebanyak 1.916 unit, ini Naik 514 perkara atau 37 persen,” bebernya.

Jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran, untuk sepeda motor tahun 2016 sebanyak 1.043 unit dan tahun 2017 sebanyak 1.460 unit, naik sebanyak 417 (40 persen). Sedangkan mobil penumpang yang terlibat pelanggaran tahun 2016 sebanyak 128 unit, tahun 2017 sebanyak 224 unit, naik 75 persen. (yud/c1/sur)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here