Kasus BSM, Mantan Kepsek Dituntut 7,5 Tahun

Empat Hari di Lapas, Kembali Jadi Tahanan Kota
430
Ilustrasi: Net

radarlampung.co.id – Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Helendrasari menjalani hukuman tujuh tahun enam bulan penjara.  Mantan kepala SMPN 24 Bandarlampung yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi dana bantuan siswa miskin (BSM) ini juga diharuskan membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam sidang  di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang kemarin (18/4), JPU Patar Daniel  mengatakan, Helendrasari terbukti secara sah turut serta melakukan tindak pidana korupsi dan memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi, sehingga merugikan negara atau perekonomian dan keuangan negara yang dilakukan secara berlanjut.

Helendrasari terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-3 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. Ini sebagaimana dakwaan primair.

”Menuntut terdakwa menjalani pidana penjara selama tujuh tahun enam bulan dengan denda sebesar Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan,” kata Patar.

Tidak hanya itu. Helendrasari juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp900 juta dengan ketentuan, apabila tidak mengembalikan dalam jangka satu bulan, maka harta benda miliknya akan disita dan dilelang. Jika tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka akan dipidana penjara selama empat tahun enam bulan.

Dalam sidang tersebut jaksa mengungkapkan, tidak ada hal-hal yang meringankan terdakwa. Sementara, ada empat poin hal yang memberatkan.

”Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit saat memberikan keterangan dan menyulitkan proses persidangan. Terdakwa juga tidak memiliki itikad untuk mengembalikan kerugian negara sebesar Rp900 juta,” urainya.

Hal memberatkan lainnya, terdakwa merupakan aparatur pemerintahan (PNS, Red), dan sudah pernah divonis karena melakukan tidak pidana korupsi dalam kasus penyalahgunaan dana Bos tahun 2013-2015.

Pada bagian lain, Helendrasari hanya empat hari mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bandarlampung. Ini menyusul keputusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang yang melanjutkan status tahanan kota Helendrasari.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here