Kini Belajar Aksara Lampung Bisa Melalui Android

110

BANDARLAMPUNG – Mau belajar aksara Lampung? Atau sekadar mengenalkannya kepada buah hati? Kini Anda tidak perlu repot, karena ada cara mudah untuk mempelajarinya.

Karena cukup download aplikasi Belajar Aksara Lampung di Playstore, aktivitas belajar aksara Lampung menjadi sangat mudah melalui smartphone Android.

Febrian Eka Saputra adalah mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya yang merancang aplikasi tersebut. Penelitian ini dilakukan sebagai tugas skiripsinya di jurusan Sistem Informasi (SI).

Febrian menjelaskan, aplikasi Belajar Aksara Lampung memuat materi yang dapat membantu masyarakat atau pelajar dalam mempelajari dasar-dasar pengenalan aksara Lampung.

Lanjutnya, halaman utama menampilkan beberapa menu, yaitu menu aksara Lampung yang berisi pengertian dan penggunaan aksara. Kemudian, menu huruf induk yang berisi 20 huruf di dalam aksara Lampung dilengkapi ejaan dan audio (suara).

Ada juga menu angka yang berisi 9 angka dengan ajaan dan suara. Lalu, menu tanda baca yang berisi 14 tanda baca dalam aksara Lampung dilengkapi nama tanda baca, aksara, ejaan, contoh, dan audio. Terdapat menu evaluasi yang berisi soal pilihan ganda untuk mengevaluasi kemampuan pengguna dan terakhir menu profil pembuat aplikasi.

’’Aplikasi ini memiliki ukuruan file kecil sehingga tidak membutuhkan ruang memori penyimpanan yang besar. Penggunaannya juga sangat sederhana sebagai media pembelajaran bagi pelajar, serta dapat diakses offline,” terangnya.

Pria kelahiran 18 Februari 1995 ini berharap aplikasi ini dapat membantu pemerintah dalam upaya melestarikan budaya termasuk bahasa maupun aksara Lampung.

’’Saya menerapkan metode prototype dalam penelitian ini, serta menggunakan atom,  google chrome dan MySQL sebagai database aplikasi Belajar Aksara Lampung. Semoga aplikasi ini juga bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang membantu dalam mempelajari aksara Lampung,” harapnya.

Sementara itu, dosen pembimbing skripsi, Indera, S.Kom., M.T.I., mengapresiasi kreatifitas Febrian dalam melakukan penelitian. Ia berharap aplikasi ini bisa terus dikembangkan. Misalnya, desain tampilan yang lebih menarik, serta penambahan menu untuk me-review jawaban soal pada menu evaluasi, dan menu menulis aksara.

’’Perlu juga adanya durasi dalam menjawab dan variasi soal sehingga pengguna merasa lebih tertantang untuk mengerjakan, serta dapat mengetahui letak kesalahannya dalam menjawab soal,” saran dosen Fakultas Ilmu Komputer tersebut. (rls/gie/c1/nui)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here