Kisah Pemuda Bernama Polisi setelah Dua Pekan Bekerja di Kantor Polisi

Muchlas Dulu, Kemudian Musofak, Lalu Iksan, Baru Polisi
430
BERKAH NAMA: Polisi diapit Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono dan ibunya, Illiyin, sesaat setelah direkrut untuk menjadi PHL di Satlantas Polres Pasuruan. FOTO IWAN ANDRIK/RADAR BROMO/JPG

radarlampung.co.id – Rezeki bagi Polisi berupa pekerjaan di kantor polisi didapat setelah terjaring operasi polisi. Ketenaran Polisi membuatnya laris diajak selfie, termasuk oleh para polisi asli.

Laporan Iwan Andik, PASURUAN

BISA dibayangkan betapa gusarnya polisi terhadap pengendara jalan yang terjaring Operasi Zebra di depan Mapolres Pasuruan itu. Sudah tak bawa SIM, eh ditanya malah jawabnya mengada-ada. ’’Tak tanya sekali lagi ya, jawab yang benar. Siapa namamu?” kata si polisi.

’’Polisi, Pak,” jawab si pemuda yang mengendarai motor itu.

Daripada Pak Polisi kian gusar, si pemuda pun diminta menunjukkan KTP. Giliran si polisi yang cekakakan. ’’Hahaha…lha kok bisa namamu Polisi itu lho,” katanya kepada si pemuda yang sudah biasa menghadapi reaksi pertama orang begitu mendengar namanya.

Sebulan berselang setelah peristiwa pada jelang sore 6 November lalu itu, si Polisi akhirnya benar-benar bekerja di kantor polisi. Tidak sebagai polisi memang. Melainkan pegawai harian lepas (PHL) di Satlantas Polres Pasuruan, Jawa Timur.

Polisi resmi diangkat per 20 November 2017. Itu setelah Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono memberinya ’’promosi”.

’’Tugas saya di sini membantu bapak-bapak polisi di Satlantas Polres Pasuruan. Biasanya merapikan balok untuk ujian praktik, menyiapkan berkas, dan tugas-tugas lainnya,” kata Polisi tentang tugasnya saat ini kepada Radar Bromo (grup Radar Lampung) Selasa (5/12).

Meski awalnya sempat minder, Polisi sangat mensyukuri pekerjaannya itu. Apalagi, pekerjaan tersebut dia dapat berkat sesuatu yang awalnya kerap membuat dia malu: nama.

Semua bermula pada sore yang sama ketika dia terjaring Operasi Zebra dekat Mapolres Pasuruan itu. Selepas dari operasi tersebut, dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, setelah seharian bekerja sebagai kuli bangunan di Bangil, Polisi kembali terjaring operasi.

Dia kembali diminta menunjukkan KTP. Dan, nama di KTP itu juga kembali memunculkan reaksi serupa dari si polisi.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here