Kamis, 24 April 2014
     
Home Lampung Raya Lamtim - Lamsel Oknum Polisi Selingkuh Dimutasi

Oknum Polisi Selingkuh Dimutasi

2189
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
SUKADANA – Tiga oknum polisi nakal menjalani sidang disiplin kode etik di Mapolres Lampung Timur kemarin. Salah satunya Briptu Amir Nurdin Lubis (31). Oknum anggota SPK Polsek Wawaykarya ini dihajar puluhan warga karena kepergok selingkuh dengan Rusmiati (40), wanita yang sudah memiliki suami, Sabtu (24/3) dini hari.

Lalu, masyarakat menggiring Briptu Amir ke Balai Desa Karanganom, Kecamatan Wawaykarya. Di sana, keduanya menandatangani surat pernyataan yang disaksikan oleh Kasi Keamanan mewakili Mahmudi selaku Kades Karanganom, Kadri selaku Kades Sumberrejo, dan puluhan warga setempat.

Perbuatan buruk yang sudah mencoreng nama baik korps Bhayangkara itu menyebabkan Kapolres Lamtim berang. Akhirnya, Briptu Amir dijebloskan ke sel tahanan ruang provos selama 14 hari pasca diamankan anggota kepolisian setempat.

Wakapolres Lamtim Kompol Dwi Mulyanto menyebutkan, ada tiga oknum anggota polisi yang menjalani sidang disiplin kode etik di ruang aula mapolres setempat. Di antaranya Bripka Samsul Heri, Briptu Amir Nurdin Lubis, dan Briptu Anggara Fernando.

”Untuk Briptu Amir dikenakan hukuman patsus 14 hari, tunda UKP satu periode, dan demosi/mutasi jabatan. Sedangkan dua lainnya dihukum ringan,” katanya.

Sekadar mengingatkan, Briptu Amir, oknum anggota Polsek Wawaykarya, diduga melakukan perzinaan dengan Rusmiati di rumah ibu tiga anak itu, RT 4 Dusun II, Desa Karanganom, Kecamatan Wawaykarya. Aksi ini pun diketahui warga yang sejak lama mengintai gerak-gerik oknum polisi itu. ”Benar kejadiannya seperti itu. Dari awal, saya ikut penggerebekan,” ujar Farhan (32), warga setempat.

Ia menceritakan, oknum polisi ini diantar oleh seorang pengendara motor ke rumah wanita selingkuhannya. Puluhan warga yang sengaja mengintai melihat Briptu Amir masuk lewat pintu belakang rumah Rusmiati.

”Warga memang sering kali melihat polisi itu ke rumah Rusmiati. Ketika kami intip tengah malam itu, dia masuk ke kamar Rusmiati dan berhubungan intim. Ketika kami gerebek, memang keduanya masih ’main’’ di kamar,” kata pria yang berprofesi sebagai petani itu.

Perselingkuhan yang dilakukan oknum polisi itu membuat warga mengambil langkah cepat dengan mengetuk pintu rumah Rusmiati.

”Kami berteriak dengan menyuruh oknum polisi itu keluar dari rumah karena semua pintu ditutup. Setelah keluar di pintu, oknum polisi itu pakaian biasa. Kami tanya, ’Bapak, polisi bukan?’. Dia menjawab, ’Iya, polisi’. ’Ngapain kamu di sini?’ tanya kami. Kata dia, ’Numpang tidur’. ’Bapak kan tahu wanita ini punya suami, kok numpang tidurnya di rumah orang?’ kata kami. Berarti warga ini tidak sopan. Bapak tadi sudah diintip sama warga, tapi dia tidak mengaku. Setelah ada saudara perempuan itu, dia mengakui perbuatannya bersetubuh dengan Rusmiati. Kemudian puluhan warga yang emosi menghajar oknum polisi itu. Tapi, dia tidak mengeluarkan senjata dan tidak membuang tembakan,” ungkap seorang warga yang menyaksikan langsung penggerebekan oknum polisi selingkuh dengan istri orang. (ung/c2/adi)
:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::