Lampung Terang 2019 Dipercepat

105
Ilustrasi

radarlampung.co.id – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo meminta program Lampung Terang 2019 dipercepat. Sebab pada tahun ini, listrik Lampung surplus dan pada 2018 diperkirakan surplusnya mencapai 20 persen.

Ridho mengatakan, untuk mempercepat program Lampung Terang 2019, ia telah menginstruksikan Dinas Pertambangan dan Energi Lampung berkoordinasi dengan PLN.

’’Selain untuk investor, kami berharap surplus listrik di Lampung juga dirasakan masyarakat di berbagai wilayah yang belum teraliri listrik. Saya berharap beberapa desa yang sebelumnya ditargetkan terlistriki di 2018 bisa dimajukan ke 2017. Begitu juga yang seharusnya terlistriki di 2019 bisa dipercepat ke 2018. Sehingga makin banyak warga Lampung yang menikmati listrik,” ujarnya kemarin (11/10).

Sejak mendapat amanah, salah satu prioritas pemerintahan M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri adalah meningkatkan rasio eletrifikasi Lampung. Karena masih ada sekitar 16% wilayah Lampung yang belum berlistrik. Hasilnya, Pemprov Lampung dan PLN berhasil menyusun roadmap kelistrikan Lampung 2016–2021 yang kemudian dipercepat menjadi 2016–2019.

Roadmap itu kemudian ditandatangani bersama Pemprov Lampung dan PLN pada 22 Mei 2017. Kesepakatan itu memuat dua agenda penting, yakni listrik pedesaan dan penataan listrik perkotaan. ’’Inilah dasar yang kami gunakan bersama PLN sebagai komitmen melaksanakan program Lampung Terang 2019. Jadi, kami membuat MoU setelah menyelesaikan semua persiapan, bukan MoU dulu baru bergerak,” ucapnya.

Pada 2017, tiga kabupaten dengan rasio elektrifikasi terendah mendapat prioritas, yakni Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus, dengan total 26 desa. Perinciannya, Lampung Barat 17 desa, Pesisir Barat tujuh desa, dan Tanggamus dua desa. Sebanyak 25 desa di antaranya yang diresmikan Gubernur Ridho pada 18 Agustus 2017. Terdiri dari 17 desa lama dan 18 desa baru. Sisanya diselesaikan secara bertahap hingga Desember 2017.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Lampung Prihartono, permintaan percepatan dari gubernur itu dilakukan di Mesuji. ’’Ada delapan desa yang semula dialiri listrik di 2018 dipercepat ke 2017. Kita juga berusaha yang seharusnya dialiri listrik 2019 dimajukan ke 2018,” katanya.

Kedelapan desa tersebut semuanya di Kecamatan Wayserdang, yakni Sukaagung, Sukamandiri, Margobakti, Labuhanmulya, Labuhanbaru, Labuhanbatin, Labuhanpermai, dan Labuhanmakmur. Pada 2018, program Lampung Terang 2019 menargetkan 77 desa, namun delapan dimajukan ke 2017. Sedangkan di 2019, program ini membidik 36 desa sembilan kabupaten.

Upaya Pemprov Lampung mendukung PLN, kata Prihartono, dengan mengiventarisasi masalah dan bersama memecahkannya. Misalnya ketika jaringan listrik melewati hutan lindung, gubernur Lampung membahas masalah itu pada rapat terbatas di Istana Negara.

’’Kami mencoba menghilangkan paradigma lama bahwa listrik itu hanya urusan PLN. Akan lebih cepat jika pemerintah provinsi dan kabupaten/kota ikut membantu. Karena ke depan bukan hanya hingga tingkat desa sasarannya, tetapi hingga dusun,” pungkasnya. (rls/c1/whk)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here