Lawan Zionis Israel!

222
PANAS: Situasi di Yerusalem kian memanas. Jumat kemarin, bentrok berdarah terjadi. Aksi protes warga Palestina terhadap pengetatan aturan masuk Masjidil Aqsa dibalas dengan tindakan represif pemerintah zionis Israel. Satu warga dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut. Sementara ratusan lainnya menderita luka-luka. FOTO REUTERS

radarlampung.co.id – Protes atas tindakan semena-mena pemerintah zionis Israel yang memperketat aturan masuk Masjidil Aqsa berujung bentrok. Bentrokan antara warga Palestina dan militer Israel pecah di kompleks luar Masjidil Aqsa, tempat ribuan warga melaksanakan salat Jumat.

Satu orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut dan sekitar 140 orang mengalami luka-luka.

Kesewenangan Israel yang meletakkan alat pendeksi logam di pintu masuk masjid menjadi pemicunya. Arogansi zionis semakin terlihat saat aturan pria di bawah 50 tahun dilarang masuk Yerusalem diterapkan.

Sebelumnya, Israel juga sempat memberlakukan larangan salat Jumat di Masjidil Aqsa. Pemerintah zionis bahkan menangkap Mufti Agung Masjidil Aqsa, Muhammad Ahmad Hussein. Tewasnya dua polisi Israel pada Jumat pekan lalu di kawasan Masjidil Aqsa jadi dalih mereka untuk mengeluarkan kebijakan yang kontroversial itu.

Polisi Israel menggunakan amunisi, gas air mata, dan peluru karet untuk melawan demonstran yang datang setelah salat Jumat. Sekitar 30 ribu aparat dikerahkan untuk berjaga di kawasan Al Aqsa, tempat umat muslim melaksanakan salat. Aksi tentara Israel tersebut dibalas dengan lemparan batu oleh warga Palestina.

’’Kami akan berjuang menentang metal detector hingga pemerintah Israel mengambilnya kembali,” tegas sejumlah pengunjuk rasa seperti dimuat Russia Today dilansir dari rmol.co.

Terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung Prof. Moh. Mukri mengatakan, umat muslim di dunia tentu sedih atas konflik yang terjadi.

’’Tak banyak yang dapat dilakukan masyarakat luar selain turut mendoakan saudara sesama muslim yang sedang dalam konflik saat ini. Saya berharap (konflik, Red) ini bisa segera selesai. Karena ini juga sudah menyangkut masalah kemanusiaan,” ujarnya.

Dalam kacamata rektor UIN Raden Intan ini, persoalan Timur Tengah juga menyangkut kepentingan politik Israel. Bentrok akibat protes pemasangan pendeteksi logam dinilai Mukri sebagai bagian permasalahan Israel dan Palestina.

Sementara, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmantha Nasir sebelumnya menyatakan, Indonesia mengecam pembatasan akses ke kompleks Al Aqsa.

’’Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo kompleks Al Aqsa agar Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock dapat diakses semua umat muslim,’’ kata pria yang akrab disapa Tata tersebut.

Imbauan juga dilayangkan kepada semua pihak agar situasi tidak kian memburuk. ’’Kami juga meminta negara-negara OKI dan kawasan untuk memberi pressure kepada Israel,’’ ucap Tata.

Begitu mendengar adanya penembakan di Masjidil Aqsa, Menlu Retno L.P. Marsudi langsung menghubungi Menlu Jordania melalui telepon. Mereka membahas situasi di kawasan tersebut. Retno juga menitipkan pesan kepada raja Jordania yang mempunyai kewenangan merawat Masjidil Aqsa.

Aksi protes penduduk Palestina itu tidak akan berhenti sampai seluruh alat pendeteksi logam yang dipasang di lima gerbang menuju kompleks Haram Al Sharif dibongkar.

Sedangkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah berbicara via telepon dengan kepala keamanannya untuk mengetahui situasi terbaru. Badan Keamanan Israel (ISA) alias Shin Bet memberikan rekomendasi agar pendeteksi logam yang menyakiti perasaan umat muslim itu segera dihapuskan.

Jumat Berdarah di Yerusalem

  • Ribuan warga Palestina menggelar salat Jumat di sekitar kompleks Masjidil Aqsa dan Kota Tua Yerusalem.
  • Sebanyak 30 ribu aparat dikerahkan pemerintah zionis Israel untuk mengawal Kota Tua Yerusalem.
  • Warga Palestina berkumpul usai salat untuk memprotes kebijakan Israel.
  • Protes tersebut terkait pembatasan warga Palestina masuk Masjidil Aqsa.
  • Di antaranya kebijakan pemasangan metal detector di kompleks Masjidil Aqsa.
  • Juga pelarangan pria di bawah 50 tahun masuk Yerusalem.
  • Aksi protes itu berakhir dengan bentrok antara militer dan warga.
  • Satu orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.
  • Sedikitnya 140 orang menderita luka-luka.

(ega/rmol/jpg/c1/wdi)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here