Lebih Dekat dengan Komunitas Vertical Rescue Lampung

Akhir Tahun Target Bangun Tiga Jembatan
82
UTAMAKAN KESELAMATAN: Anggota Vertical Rescue mengenakan alat pengaman lengkap saat menjalani tugasnya. FOTO IST. FOR RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Sejumlah pemuda berlatar belakang pencita alam dan panjat tebing memutuskan bergabung dalam naungan satu komunitas, yakni Vertical Rescue. Mengusung misi ekspedisi 1.000 jembatan, total mereka sudah membangun tiga jembatan gantung.

Laporan Rizky Panchanov, BANDARLAMPUNG

NUGROHO Sejati (50), di antara rekannya yang memiliki hobi sama, telah dikenal sebagai founder komunitas Vertical Rescue Lampung. Kala memutuskan membentuk komunitas ini, dia mendapat dukungan kuat dua temannya, yaitu Doni Ariesta dan M. Kariskun.

Di level nasional, Vertical Rescue terbentuk tahun 2000-an dan bermarkas di Bandung. Vertical Rescue Indonesia terus melebarkan sayap dengan melahirkan markas komando (mako) di tiap provinsi. Teranyar di Lampung. ’’Komunitas ini adalah gabungan antara pencita alam, penelusuran goa, dan panjat tebing,” ujar Nugroho membuka perbincangan dengan Radar Lampung.

Ia bersama Doni dan Kariskun membentuk komunitas ini pada November 2016. Ook –sapaan akrab Nugroho– menjelaskan, mereka merupakan alumnus Skygers Bandung. Ya, Skygers tak lain adalah sekolah panjat tebing para mahasiswa. Dari sekolah Skygers itu kemudian lahirlah Vertical Rescue Indonesia.

Ook menjelaskan, awal membuka pendaftaran ada 12 volunteer atau relawan bergabung. Tak melulu membangun jembatan saja, komunitas ini juga memiliki beragam bidang kesibukan. Yakni tergabung dalam SAR (Search and Rescue), hingga keahlian di berbagai bidang survival lainnya.

’’Ada unsur-unsur yang tergabung menjadi satu di dalam komunitas kami. Seperti keahlian montenering (pendaki gunung) hingga diving (menyelam),” jelasnya.

Kini, komunitas Vertical Rescue Lampung sedang menyiapkan pembangunan jembatan gantung di desa Begelan, Gedong Tataan, Pesawaran. ’’Target kami hingga akhir tahun bisa membangun tiga jembatan lagi,” jelas Doni. Biaya pembangunan berasal dari donatur baik pemerintah daerah ataupun donatur lain.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here