Lewat Jembatan Gantung, Bayar Dulu!

222
Warga memperbaiki jembatan gantung penghubung Pekon Banjarnegoro, Kecamatan Wonosobo-Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka, Tanggamus. FOTO UJI MASHUDI/RADAR LAMPUNG/RNN

radarlampung.co.id – Tidak hanya memakan korban jiwa, jembatan gantung penghubung Pekon Banjarnegoro, Kecamatan Wonosobo-Pekon Kanoman, Tanggamus, memiliki cerita lain.

Ada pihak yang melakukan pungutan terhadap warga yang melintas. Hal ini berlangsung sejak lama. Dalihnya, untuk perawatan jembatan.

Salah seorang warga membenarkan hal tersebut. Pungutan yang diambil tidak pasti. ’’Untuk warga yang sudah biasa lewat, kadang Rp2 ribu. Tetapi kalau orang luar, bisa dimintai Rp5 ribu sampai Rp10 ribu,” kata warga tersebut.

Lelaki paruh baya ini juga mempertanyakan peruntukan uang pungutan tersebut. Pasalnya, jembatan tetap rusak, bahkan memakan korban jiwa. ”Pungutan terjadi setiap hari. Pertanyaannya, kemana uang dari warga yang lewat di jembatan gantung itu,” ujarnya.

Masyarakat yang mengandalkan jembatan tersebut berharap pihak terkait bisa mengamankan lokasi itu. Sebab tidak hanya siang, pungutan juga terjadi malam hari.

Sementara, Mulyono, warga Pekon Bangunrejo berharap jembatan tersebut diperbaiki permanen. ”Jembatan itu terakhir diperbaiki tahun 2009. Sifatnya juga darurat. Kalau dilihat dari bawah, banyak besi yang sudah keropos,” kata Mulyono.

Terpisah, Camat Semaka Edy Fahrurrozi membantah ada pungutan liar di sekitar jembatan gantung. Menurut dia, penjaga jembatan tidak memaksa warga memberikan uang. ”Posisi mereka itu untuk menjaga, sehingga yang lewat dari dua arah bisa bergantian. Mereka juga tidak mematok. Berapapun dikasih, diterima. Bahkan banyak juga yang tidak kasih. Seperti anak sekolah, itu tidak bayar,” kata Edy.

Terkait uang pungutan di jembatan, Edy mengaku tidak tahu pasti. ”Saya tidak tahu soal itu. Kepala pekonnya saja, waktu saya tanya tidak tahu. Tapi itu inisiatif warga, dan uangnya juga digunakan untuk memperbaiki jembatan kalau ada kerusakan,” ujarnya.

Untuk langkah penutupan jembatan, Edy mengaku belum dapat memutuskan. Sebab jembatan merupakan aset Pemkab Tanggamus. ”Memang jembatan gantung itu sekarang menuai pro dan kontra. Ada warga minta ditutup, tapi ada yang tidak. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Untuk penutupan, harus ada usulan dari masyarakat yang disampaikan oleh kepala pekon. Sejauh ini belum ada,” kata dia.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here